Bertempat di ruang rapat Sekretaris Daerah Koltim, rapat koordinasi ini membahas penanggulangan kekeringan di seluruh wilayah atau Kecamatan terdampak akibat kemarau panjang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim, Made Ratmawan mengatakan, akibat kemarau panjang 2531,5 hektare sawah mengalami rusak parah dan 656 hektar sawah puso.
“Kekeringan ekstrim dan fenomena El Nino di beberapa lokasi di seluruh kecamatan dimulai pertengahan Agustus akibat dari volume curah hujan berkategori rendah berdasarkan laporan BMKG,” katanya.
Made menambahkan untuk lahan perkebunan masyarakat terdapat 92 hektar mengalami dampak kekeringan serta lebih dari 600 kepala keluarga terdampak kekurangan air bersih.
“Lalu jumlah kelompok tani sawah yang terdampak yakni 92 kelompok. Sedangkan jumlah warga yang kekurangan air bersih sebanyak 612 KK,” sebutnya.
Penulis : Husni Mubarak.







