KENDARI, Tirtamedia.id – Beginilah keceriaan anak-anak korban kebakaran di Kampung Energi Mandiri Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat bermain dan bercanda bersama.
Mereka tengah mendapat Trauma Healing dari kelompok pekerja sosial dan Gerakan Kendari Mengajar.
Musibah kebakaran yang terjadi di TPA Puuwatu pada Kamis (9/6/2022), menyisakan kesedihan dan luka mendalam bagi para korban kebakaran, khususnya anak-anak para korban.
Akibat musibah itu, keseharian anak-anak berubah karena mereka harus mengungsi ke tenda pengungsian.
Kondisi yang mereka alami, dikhawatirkan akan menimbulkan kecemasan bahkan trauma, bila berkelanjutan dan tidak ditangani dapat berujung pada gangguan psikologis seperti depresi.
Melihat kondisi ini, Petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama Kelompok Kendari Mengajar memberikan Trauma Healing kepada anak-anak guna mengatasi trauma mereka.
“Kami berusaha merubah traumatik anak-anak, agar memori dari musibah ini tidak membekas,” ungkap Andria petugas Tagana Kota Kendari, Senin (13/6/2022).
Untuk menghilangkan traumatik, tim Tagana mengajak anak-anak pengungsi korban kebakaran bermain bersama dengan beragam teknik permainan seperti bermain pasif, bermain aktif motorik halus dan bermain aktif motorik kasar.
“Tujuan dari permainan yang kami berikan agar anak-anak dapat mengeluarkan perasaan sedih dari alam bawah sadar mereka,” pungkas Andria.
Trauma Healing merupakan proses memulihkan emosi korban dari ketakutan di masa lalu. Dengan cara ini, mereka bisa bertahan hidup kembali tanpa bayang-bayang masa lalu.
Usia anak-anak paling rentan mengalami trauma karena mereka belum memiliki kapasitas yang memadai dalam mengontrol emosi dan menyelesaikan masalah secara adaptif.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







