Kendari, tirtamedia.id – HUT ke-54 Basarnas diperingati Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan upacara dan kegiatan sosial, Jumat (28/2/2026). Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Basarnas tahun ini mengusung tema “Soliditas dalam Tugas Kemanusiaan”, menegaskan komitmen lembaga dalam memperkuat pelayanan pencarian dan pertolongan di seluruh Indonesia.
Upacara HUT ke-54 Basarnas yang berlangsung di bulan suci Ramadan, menambah suasana reflektif atas perjalanan panjang 54 tahun pengabdian dalam tugas-tugas kemanusiaan.

Perjalanan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas dimulai sejak 1950, ketika pemerintah meratifikasi konvensi International Civil Aviation Organization (ICAO). Langkah itu menjadi fondasi penting dalam sistem keselamatan penerbangan dan pencarian serta pertolongan.
Kemudian pada 1966, Indonesia meratifikasi konvensi International Maritime Organization (IMO). Seiring perkembangan, melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1972, dibentuk Badan SAR Indonesia (BASARI) dengan pelaksana operasional di lapangan oleh Pusat SAR Nasional (Pusarnas).
Perubahan kelembagaan terus berlangsung hingga pada 1979 nama resmi menjadi Basarnas. Statusnya semakin diperkuat sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2007, yang efektif berlaku pada 2009.

Transformasi semakin jelas setelah terbit Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan serta Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2016, yang menetapkan perubahan nama menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dengan mandat yang lebih luas dan profesional.
Saat ini, Basarnas dipimpin oleh Mohammad Syafii yang menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
Dalam sambutan Kepala Basarnas yang dibacakan Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, ditegaskan bahwa 54 tahun bukanlah perjalanan singkat.
“Basarnas hadir bukan hanya sebagai institusi, tetapi sebagai garda terdepan negara dalam memberikan harapan, pertolongan, dan keselamatan bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan Amiruddin, dalam upacara HUT ke-54 Basarnas di KPP Kendari.
Selama lebih dari lima dekade, Basarnas telah menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari kecelakaan transportasi, bencana alam, hingga situasi yang membahayakan jiwa manusia. Di balik setiap operasi SAR, nilai kemanusiaan menjadi fondasi utama.
Basarnas kerap hadir di saat masyarakat berada dalam kondisi paling sulit—menjadi simbol harapan bagi keluarga yang menanti kabar keselamatan dengan doa.
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Basarnas terus meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, memperkuat pembinaan potensi SAR, serta memodernisasi sarana dan prasarana. Pengembangan mekanisme kerja dan soliditas antarunsur menjadi prioritas dalam menjawab tantangan operasi SAR yang semakin kompleks.
Di akhir sambutannya, Kepala Basarnas berharap lembaga ini semakin kuat dalam sistem SAR nasional, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin siap menjawab panggilan tugas kapan pun dan di mana pun.
Rangkaian HUT ke-54 Basarnas di Kendari, juga diisi dengan kegiatan sosial berupa donor darah. Dalam kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan 98 kantong darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, digelar pula upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Watubangga sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.
Peringatan 54 tahun Basarnas menjadi momentum memperkuat soliditas dalam tugas kemanusiaan—sebuah pengabdian tanpa batas demi keselamatan jiwa manusia.
Redaksi







