KENDARI, Tirtamedia.id – Penumpang Kapal Bahari V rute Kendari-Baubau yang berada di blok A dan B dihebohkan dengan tayangan diduga film porno di layar TV kapal. Peristiwa itu terjadi, pada Rabu malam (2/2/2020) sekira pukul 18.30 WITA.
Informasi yang dihimpun media ini, kapal Bahari V lepas landas dari Pelabuhan Kendari sekitar pukul 13.00 WITA, menuju Pelabuhan Nusantara Raha.
Selanjutnya, dari Pelabuhan Nusantara Raha, kapal kembali berlayar menuju Pelabuhan Baubau dengan perkiraan tiba sekira pukul pukul 19.00 WITA.
Dalam perjalanan, anak buah kapal (ABK) Bahari V memutar salah satu film adegan action. Film terus berlanjut dan ABK tidak lagi memantau film yang terputar. Sekitar pukul 18.30 WITA, atau sekitar 30 menit sebelum kapal sandar, video syur tiba-tiba tayang di semua layar TV blok A dan B. Sontak, seluruh penumpang kaget.
Dalam kapal tersebut, ada ratusan penumpang yang terdiri dari anak-anak, orang tua, perempuan dan berbagai penumpang kapal lainnya. Semuanya nampak membelakangi layar TV dan mengaku kesal.
“Cabut saja colokan TV. Kurang ajar ini, dilaporkan saja, banyaknya orang,” kesal salah seorang penumpang, dalam video berdurasi 12 detik yang diterima media ini.
Informasi terputarnya film tak senonoh ini juga dibenarkan oleh Kapten kapal Bahari V, Capt. Wilyam. Ia mengaku baru mengetahui peristiwa itu, setelah adanya laporan dari penumpang.
“Setelah ada penumpang yang kasih tahu, saya segera berlari ke bawah untuk melihatnya. Tapi sudah dimatikan oleh salah seorang ABK. Lalu saya kumpul mereka semua, saya memarahi mereka habis-habisan, tapi tidak ada yang mengaku,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (3/2/2020).
Atas kecerobohan anak buahnya, Wilyam mengakui kesalahan tersebut dan telah menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh penumpang yang ada di kapal Bahari V.
“Termasuk kepada seluruh masyarakat, saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saya berjanji dengan segenap jiwa saya bahwa tidak akan lagi terulang hal seperti itu. Apabila terjadi lagi hal seperti itu, saya siap diproses hukum,” tegasnya.
Wilyam menjelaskan, peristiwa itu merupakan kasus pertama kali yang terjadi dalam kapal Bahari yang dia pimpin. Selama ini setiap film yang diputar atau ditayangkan semata-mata hanya untuk menghibur penumpang yang melakukan perjalanan.
“Mereka juga (ABK) tidak tahu kalau di dalam film yang diputar itu ada adegan tidak senonoh itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Dharma Indah Kendari, Bahari V, Wish mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi pemutaran film tersebut. Pihaknya pun menyampaikan permohonan atas ketidaknyamanan seluruh penumpang yang telah melihat adegan itu.
“Kami meminta maaf atas kelalaian kami, untuk kedepannya kami janji tidak akan mengulangi kesalahan ini,” ujarnya.
Kepala KSOP Kelas IIA Kendari, Agus Winarto saat ditemui di ruangannya mengaku baru mendapat informasi tersebut dari anggotanya.
“Itu tidak boleh, kita akan berikan teguran,” tutupnya.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







