Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Muna, Yanti Setiawati saat dikonfirmasi mengatakan, rebung diistilahkan sebagai jenis kuliner tradisional yang ada di Kabupaten Muna, sedangkan bintang diartikan sebagai derajat tertinggi yang ada di langit.
“Ini sebuah pencapaian luar biasa, bukan hanya saya, tapi seluruh masyarakat di Muna sangat bangga Tenun Masalili dipakai sama pak Presiden,” ujarnya via WhatsApp.
Istri Bupati Muna, Rusman Emba ini mengatakan, untuk membantu memperkenalkan hasil karya masyarakat Muna. Dekranasda Muna selalu mempromosikan, memfasilitasi dan memotivasi para penenun agar terpacu menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas dan mengikuti selera pasar.
“Alhamdulillah, sejak 5 tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat,” ujarnya.
Yanti juga mengatakan, untuk mendukung karya penenun yang ada di Muna, pihaknya akan terus mempromosikan Tenun Masalili melalui berbagai event, baik skala daerah maupun nasional.
“Insya Allah, bila tak ada halangan di bulan April 2022, Tenun Masalili akan tampil di ajang Fashion Show bergengsi nasional. Yakni Indonesian Fashion Week melalui busana-busana karya perancang lokal asal Sultra,” ucapnya.
Tak lupa, Yanti mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Muna agar menjadikan diri mereka sebagai Duta Tenun Masalili dengan cara mencintai dan menggunakan busana tersebut dalam berbagai kesempatan.
“Presiden, Ketua MPR RI dan petinggi negara lainnya saja sudah memakai Tenun Masalili. Seharusnya kita juga, apalagi kita masyarakat Muna daerah penghasil kain tersebut,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kadis Pariwisata Muna, Amiruddin Ako dalam sambungan telepon mengatakan, cinderamata suku Muna ini dibuat dari kulit kayu dan pohon kapas yang dipintal menjadi benang. Pewarna yang digunakan juga alami dari tumbuhan.
“Makanya biasa dikenal juga tenun pewarna alami, karena dibuat dari racikan daun pohon, kulit dan akar pohon itu sendiri. Tentu kami sebagai Pariwisata Muna merasa bangga, karena orang nomor satu di Indonesia memakai Tenun Masalili,” katanya.
Dia menambahkan, banyak motif untuk pembuatan Tenun Masalili ini. Ada motif bhotu yang biasa digunakan oleh para bangsawan, rebung atau roobu, motif samasili, motif dhalima, leja dan motif lainnya yang digunakan oleh masyarakat umum.
Untuk pakain atau motif roobu yang digunakan oleh Presiden RI harganya sekitar Rp 600 ribu, sedangkan waktu pembuatannya selama 3 hari bahkan seminggu, tergantung kelincahan penenun di Masalili.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







