KENDARI, tirtamedia.id – Atlet cabang olahraga (Cabor) dayung Sulawesi Tenggara (Sultra) terancam batal mengikuti prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Karawang Jawa Barat.
Rencana batalnya pemberangkatan itu disebabkan karena dukungan anggaran yang diberikan oleh Koni Sulawesi Tenggara minim sehingga dianggap tidak mencukupi kebutuhan tim cabor dayung di pra PON.
Ketua bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sultra Juliwahyudin mengatakan jadwal pemberangkatan dilakukan pada 14 November 2023. Namun hingga kini anggaran yang diajukan oleh Podsi Sultra belum disetujui oleh Koni Sultra.
Juliwahyudin menambahkan, dari Rencana Anggaran dan Biaya atau RAB yang diserahkan senilai Rp 684 juta untuk memberangkatkan 60 atlet dan official, KONI Sultra hanya mampu memberikan anggaran sekitar Rp 325 juta rupiah.
“Dari koordinasi terakhir kami Selasa 24 Oktober lalu, Koni siapkan anggaran Rp 325 juta yang disampaikan secara lisan oleh pengurus Koni, ini hanya bisa digunakan untuk biaya transportasi,” ujarnya saat ditemui Senin (30/10/2023).
Perlombaan prakualifikasi PON akan dimulai pada 17 November hingga 10 Desember 2023, namun anggaran dari Koni belum bisa dipastikan jumlahnya yang akan diberikan.
Usai melakukan pertemuan dengan Koni, PODSI Sultra juga menggelar rapat mendadak untuk menyiasati kekurangan anggaran yang diberikan.
Dari hasil pertemuan bersama pengurus dan pelatih itu mereka menyepakati untuk tidak memberangkatkan atlet untuk pra kualifikasi PON di Karawang Jawa Barat.
“Kalau anggaran masih begitu kami sepakat untuk tidak berangkat daripada atlet menderita di sana,” ucapnya.
Mantan Atlet dayung itu berharap Koni Sultra dapat mengusahakan anggaran untuk memberangkatkan cabor dayung ke pra PON di Karawang Jawa Barat.
“Sebab, jika cabor dayung tidak berangkat akan menjadi sejarah untuk pertama kalinya tim mendulang emas bagi kontingen Sultra tidak mengikuti PON,” pungkasnya.
Penulis : Husni Mubarak.







