KENDARI, Tirtamedia.id – Sejak Januari hingga Juni 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari mencatat 155 kasus dan 2 kematian, akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dinkes Kota Kendari, drg Rahminingrum P. mengungkapkan, pada Januari – Maret 2022 terjadi kenaikan kasus DBD. Namun, pada April dan Juni 2022, kasus tersebut menurun.
“Terjadi lonjakan di bulan Januari hingga Maret 2022. Tetapi, pada April dan Juni 2022 sudah relatif menurun, hingga tercatat per akhir Juni ada 155 kasus dan 2 kematian yang disebabkan oleh DBD,” ungkapnya, Kamis (7/7/2022).
Ia juga mengatakan seluruh kelurahan di Kota Kendari endemik DBD, sehingga dibutuhkan peran masyarakat dalam mengatasi jentik nyamuk Aedes Aegypti.
“Peran masyarakat sangat penting, terutama mengatasi jentik nyamuk Aedes Aegypti. Sehingga kasus DBD ini tidak mengalami kenaikan dan terus menurun,” pungkasnya.
Ia menyebutkan, peran masyarakat yang dimaksud yakni terus menerapkan 3M plus, yakni menutup, menguras, mengubur dan jangan menggantung pakaian kotor.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







