KENDARI, Tirtamedia.id – Sejumlah pembalap yang mengikuti kejuaraan Balap Motor Seri IV Cup I Pemuda Pancasila Sultra di terminal Baruga Kota Kendari keluhkan keamanan sirkuit.
Menurut mereka sirkuit yang dijadikan sebagai arena balap tersebut tidak safety dan kurang aman, baik bagi pembalap maupun penonton. Tak jarang pembalap kerap jatuh saat menjajal lintasan.
Karena tidak adanya lokasi lain yang dapat disediakan panitia (penyelenggara) sebagai arena balap, mereka pun terpaksa menjajal sirkuit tersebut demi prestasi meski harus bertaruh nyawa.
“Kurang Safety. Sirkuitnya sempit, licin dan aspalnya kurang bagus juga. Tapi mau diapa lagi tidak ada sirkuit selain disini,” ungkap M. Sidik pembalap asal Kota Baubau, pada Minggu (30/10/2022).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang pembalap, Arbiansyah Tombili. Menurutnya sirkuit Terminal Baruga memiliki keamanan yang kurang baik, dan bisa membahayakan pembalap dengan keamanan yang hanya dibuat sedemikian rupa oleh panitia.
“Ini dipaksakan, tapi safety nya dibuat safety sedemikian mungkin. Tapi kita hanya punya sirkuit ini saja, terkendala di sirkuit saja kita,” kata pembalap muda asal Kabupaten Konawe itu.
Lanjut kata dia, keselamatan pembalap dan penonton harusnya menjadi hal utama pada kegiatan balapan, agar dapat memberikan rasa aman saat balapan.
Para pembalap berharap Pemerintah Sulawesi Tenggara secepatnya dapat merealisasikan sirkuit balap Nanga-nanga yang pembangunannya hingga saat ini masih tertunda.
Penulis : Husni Mubarak







