KENDARI, tirtamedia.id – Dalam upaya percepatan penurunan angka gizi buruk dan stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sultra bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi (BKKBN) Sultra melakukan penandatangan kerjasama dalam penyediaan beras favorit.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sultra, Siti Mardati Saing mengatakan, pihaknya siap menjamin ketersediaan stok berapapun yang akan dibutuhkan di wilayah Sultra.
“Pada prinsipnya berapapun kebutuhannya kita siap, untuk menyiapkan beras fortivit bagi masyarakat Sultra,” kata Mardati, Rabu (26/01/2022).
Mardati menambahkan, beras fortivit ini merupakan beras lokal yang diberikan kernel bervitamin, beras tersebut dicampur dengan kernel dalam komposisi tertentu dan sudah di vakum, steril, sehingga aman untuk dikonsumsi.
“Beras lokal ini mengandung vitamin A, B1, B3, B6, B12, asam folat, zat besi dan seng, serta mineral yang dapat meningkatkan imun tubuh dan mencegah stunting atau masalah kurang gizi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BKKBN Sultra, Asmar menyatakan siap mensosialisasikan beras fortivit ke kampung Keluarga Berencana (KB) melalui program dahsyatnya (Dapur sehat atasi stunting).
“Kami berharap dengan kerjasama ini membantu menurunkan stunting yang ada di sultra, apalagi kita masih dalam posisi cukup tinggi untuk angka stunting di Indonesia. Sultra itu sekitar 30,2 persen, sementara nasional itu hanya 24,4 persen,” ujar Asmar.
Penulis : Husni Mubarak







