KENDARI, Tirtamedia.id – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra) Sakrianto Djawie menanggapi video viral 2 ekor Anoa yang muncul di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe pada (5/6/2022).
Diduga dua ekor Anoa itu muncul di lokasi pemilik konsesi usaha pertambangan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).
Menurut Sakrianto, keluarnya 2 satwa tersebut dari dalam hutan karena habitatnya sudah rusak. Apalagi habitat mereka berada di sekitar area pertambangan.
Saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi bersama dengan PT SCM, terkait kemunculan satwa ikon Sulawesi Tenggara tersebut.
“Kami akan mengidentifikasi persebaran satwa di sekitar lokasi PT SCM, jika perlu nanti di pasang papan plang. Kami juga akan menyampaikan ke pihak perusahaan agar adanya laporan secara periodik terhadap kemunculan-kemunculan satwa di lokasi tersebut,” ujarnya, Senin (6/6/2022).
Dari informasi yang dihimpun pihaknya, perusahaan tersebut telah memiliki IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) dari Dinas Kehutanan Sultra. Tetapi, untuk mencegah rusaknya habitat satwa di tempat tersebut BKSDA Sultra akan melakukan koordinasi dan peninjauan dengan pemerintah setempat.
“Kita sementara koordinasi, dan akan meninjau lokasi pertambangan bersama instansi terkait,” ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya sedang berupaya melakukan tindakan awal agar tidak terjadi hal-hal yang mengancam satwa tersebut.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







