KENDARI, tirtamedia.id – Insiden penembakan terhadap 4 nelayan di perairan Cempedak Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara mulai terkuak.
Propam Polda Sultra yang mendalami insiden tersebut tengah melakukan penahanan terhadap seorang personel Polairud Polda Sultra berinisial A.
Personel berpangkat Bripka tersebut diduga kuat sebagai pelaku utama penembakan yang menewaskan salah seorang nelayan bernama Maco (39).
Kabid Propam Polda Sultra, Kombes Pol Moch Sholeh mengatakan, A saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sultra terkait insiden tersebut.
“Satu anggota dari Ditpolair Polda Sultra yang sudah kita diamankan dalam rangka pemeriksaan,” kata Sholeh Sabtu (25/11/2023).
Lebih lanjut Sholeh menerangkan selain pelaku pihaknya juga mengamankan barang bukti yakni senjata api laras panjang SS1V5 dengan sejumlah peluru.
“Turut diamankan senjata laras panjang bersama tiga butir peluru,” terangnya.
Diketahui dalam insiden penembakan tersebut selain menewaskan Maco juga melukai tiga rekannya masing-masing bernama Ucok, Putra dan Alung.
Insiden penembakan itu terjadi pada Jumat (24/11/2023) kemarin sekitar pukul 02.00 wita saat mereka tengah melaut di sekitar perairan Cempedak.
Dalam insiden penembakan tersebut Maco tewas ditempat akibat luka tembak pada dada dan sayatan benda tajam yang mengakibatkan tangan nyaris putus.
Sementara itu, Putra mengalami luka tembak di bagian pantat sebelah kiri Ucok bagian lengan dan Alung pada bagian paha dan harus mendapatkan perawatan di RS Santa Anna Kendari.
Penulis : Husni Mubarak.







