KENDARI, tirtamedia.id – Sejak beberapa hari terakhir, cuaca buruk seperti hujan deras hingga gelombang tinggi melanda hampir cseluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi itu, berdampak pada aktivitas masyarakat, utamanya para pengguna transportasi laut.
Apalagi, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultra mencatat, tinggi gelombang dibeberapa perairan Sultra mencapai 2 meter. Dari data itu, BMKG Sultra mengingatkan masyarakat untuk terus mengupdate informasi cuaca dari BMKG.
“Dari pantaun kami untuk beberapa hari terakhir, memang masih terjadi tinggi gelombang hampir di semua perairan Sultra. Tapi tidak hanya tinggi gelombang, hujan deras juga masih akan terus terjadi,” ungkap Prakirawan Cuaca BMKG Sultra, Faysal Habibie saat ditemui, Senin 23 Agustus 2021.
Ia menyebutkan, perairan laut Banda hingga Wakatobi menjadi wilayah dengan gelombang tertinggi mulai dari 1,25 meter hingga 2,25 meter. Ditambah lagi, kecepatan angin di wilayah tersebut bisa mencapai 15 knot.
Olehnya, kata Faysal, ia mengimbauan seluruh pihak untuk memperhatikan risiko ini sebagai upaya mitigasi dan antisipasi dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi. Ia meminta, agar beberapa kapal seperti kapal Tongkang untuk membatasi kecepatan saat berlayar.
“Karena itu dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tandasnya.
Terkait intensitas hujan, Faysal menyebutkan, beberapa wilayah di Sultra bagian utara mulai dari Kolaka Utara hingga Kota Kendari masih akan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Penulis: Fahmi







