KENDARI, Tirtamedia.id – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meragukan kesiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XIV yang diselenggarakan di Kabupaten Buton dan Kota Bau-bau pada 26 November hingga 4 Desember 2022.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Sultra, Andi Ady Aksar mengatakan, keraguan itu lantaran venue olahraga Gedung Expo Takawa yang akan digunakan cabang olahraga (Cabor) pencak silat belum juga rampung. Padahal pelaksanaan Porprov kurang dari sepekan.
“Hingga saat ini venue yang mau digunakan belum juga rampung,” ujarnya Jumat (18/11/2022).
Lanjut Ady, IPSI akan berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra untuk mempertanyakan kelayakan venue tersebut.
Sebab, hal itu akan berdampak pada kondisi atlet saat pertandingan. Jika venue tidak siap, IPSI akan meminta agar cabor pencak silat dipindahkan ke tempat yang lebih representatif.
“Kami akan berkoordinasi dan minta petunjuk dengan KONI Sultra, kalau memang nantinya tidak bisa digunakan, kami akan ambil inisiatif sendiri. Karena sudah terlanjur jadi cabor yang akan dipertandingkan,” jelasnya.
Diketahui, selain digunakan cabor silat, Gedung Expo Takawa juga digunakan oleh cabor tarung derajat dan wushu.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Sultra, Suwandi Andi mengatakan, seluruh venue cabor sudah siap digunakan dan rencananya pembukaan akan dilaksanakan pada 26 November 2022, di Lapangan Takawa Kabupaten Buton dan akan mempertandingkan 39 cabor.
“Intinya Porprov 2022 Sultra, tuan rumah Kabupaten Buton dan Kota Bau-bau 100 persen siap digelar pada tanggal 26 November – 4 Desember 2022,” tegasnya, Kamis (17/11/2022).
Terkait dengan adanya beberapa venue yang belum rampung, Suwandi Andi mengakui masih perlu pembenahan untuk bisa digunakan oleh cabor yang akan dipertandingkan.
“Masih ada satu atau dua venue yang perlu pembenahan, tapi pada prinsipnya Kota Bau-bau dan Kabupaten Buton sudah 100 persen untuk dilaksanakan semua cabor,” pungkasnya.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







