KENDARI, Tirtamedia.id – Demi mencegah naiknya angka stunting, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir melaunching Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas di Kelurahan Anggilowu, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (3/8/2022).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari, Jahudding menyampaikan, kegiatan DASHAT ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021, terkait percepatan penurunan angka stunting di Indonesia termasuk di Kota Kendari.
“Berdasarkan Perpres nomor 72 tahun 2021, itu secara rasional angka stunting berada diangka 24,4 persen. Untuk Kota Kendari, kita berada di angka 24 persen. Kemudian se- Sultra diantara 17 kabupaten/ kota kita yang paling rendah,” ujarnya.
Jahudding menambahkan, tujuan dari DASHAT adalah untuk memberdayakan masyarakat menghadirkan makanan padat gizi, yang berasal dari makanan lokal yang diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita 0-59 bulan secara gratis.
“Di Kota Kendari ada 525 tim pendamping keluarga yang terdiri dari bidan, penggerak PKK, dan kader-kader keluarga berencana yang secara pro aktif, memberikan pendampingan terhadap keluarga yang beresiko stunting,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat ini di Kota Kendari sedang melakukan verifikasi terhadap 7 indikator penilaian penanganan stunting, diantaranya air bersih, sanitasi, rumah layak huni, kemudian 4 Terlalu yakni Terlalu banyak anak, Terlalu mudah melahirkan, Terlalu sering, dan Terlalu tua melahirkan.
“7 indikator inilah yang dijadikan dasar untuk menentukan lokus stunting di Kota Kendari tahun 2022,” jelasnya.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, peresmian DASHAT untuk mengubah mindset atau pola pikir masyarakat, terutama ibu-ibu dalam menyajikan makanan yang sehat. Sebab, makanan sehat dan bergizi juga menjadi salah satu cara mencegah stunting pada anak.
“Karena memang untuk menghindari anak-anak kita ini dari stunting, adalah memberi gizi yang baik,” tuturnya.
Sulkarnaian mengungkapkan semoga dengan disediakannya dapur sehat tersebut, masyarakat bisa menghadirkan makanan sehat di dapurnya masing masing, serta bisa mengubah pola pikir bahwa makanan sehat tidak harus yang mahal.
“Mudah-mudahan dengan intervensi makanan sehat ini, masyarakat dapat merubah pola pikirnya dan mengerti bagaimana caranya memenuhi gizi anak-anaknya. Sering kali kita keliru persepsinya, bahwa makanan sehat itu harus mahal, padahal tidak harus. Masih banyak potensi-potensi di sekitar kita yang jika dikelola dengan baik, itu cukup untuk memenuhi gizi anak-anak kita. Seperti mengelola hasil kebun di pekarangan dengan baik yakni sayur-sayuran,” ungkapnya.
Selain melaunching program DASHAT, Wali Kota juga memberikan bantuan bahan makanan kepada warga sasaran penanganan stunting.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







