Muna, tirtamedia.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Bungi, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pengembangan usaha ayam petelur sebagai salah satu sumber pendapatan desa sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Program tersebut dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memanfaatkan anggaran ratusan juta bersumber dari Dana Desa (DD). Saat ini, sebanyak 500 ekor ayam petelur dipelihara dan mampu menghasilkan sekitar 500 butir telur setiap hari.
Kepala Desa Bungi, Rahmat Riadi, mengatakan usaha ayam petelur tersebut merupakan program pemerintah daerah yang dijalankan pemdes dalam mendukung ketahanan pangan serta usaha produktif di tingkat desa.
“Anggaran yang digunakan untuk program ini Rp200 Juta menggunakan anggaran DD, mulai dari pengadaan bibit ayam, pengadaan lahan, pakan ayam hingga pembuatan kandang,” kata Rahmat, Jumat (8/5/2026).
Ia menyebut hasil produksi telur, terus meningkat saat ini mencapai 16 rak per hari. Telur tersebut kemudian dipasarkan kepada warga dalam dan luar desa dengan harga Rp53 ribu per rak.
Menurutnya, harga tersebut lebih murah dibanding harga pasar yang saat ini berkisar Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per rak sehingga cukup diminati masyarakat.
“Karena banyak permintaan masyarakat sebagian hasilnya juga kita pasarkan ke kios-kios kecil dan pedagang eceran sesuai permintaan,” ujarnya.
Rahmat mengatakan pemerintah desa berencana menambah jumlah bibit ayam petelur apabila produksi dan pemasaran terus berjalan dan berkembang dengan baik.
“Kalau hasilnya bagus, insyaallah ke depan akan ada penambahan bibit lagi agar produksi bisa meningkat,” katanya.
Sementara itu, pengelola BUMDes Desa Bungi, Nasrun, mengatakan pihaknya rutin melakukan perawatan kandang dan pemberian pakan agar memastikan ayam tetap produktif bertelur.
“Hasilnya cukup bagus karena kebersihan kandang terus dijaga termasuk pemberian pakannya rutin dua kali setiap hari. Dalam satu hari pakan yang dihabiskan sekitar 50 kg,” ujarnya.
Pemdes Bungi berharap program ayam petelur tersebut dapat terus berkembang menjadi usaha produktif jangka panjang yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menambah pendapatan desa.
Diketahui, program ayam petelur merupakan salah satu program pemerintah pusat dan daerah di sektor peternakan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Penulis: Husni Mubarak







