KENDARI, Tirtamedia.id – Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dapil Sulawesi Tenggara (Sultra) Bahtra Banong mendorong Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kendari, agar mengaudit pajak seluruh pertambangan di Sultra.
Hal itu ia sampaikan lantaran menurutnya, pertambangan adalah salah satu sumber penghasilan negara yang bisa menambah nilai tambah ke daerah.
Bahtra mengatakan, bahwa kita harus memaksimalkan potensi penghasilan negara dari segi pajak, terutama pajak-pajak pertambangan.
“Apakah jumlah barang yang dikirim perusahaan-perusahaan tambang ini sesuai dengan pajak yang mereka setorkan ke negara. Hal itu yang harus kita dorong, agar pemerintah pusat juga mendapatkan nilai tambah dan pemerintah daerah juga bisa maju dari segi sumber pajak,” ujarnya saat diwawancarai awak media di salah satu hotel di Kendari, Rabu (20/7/2022).
Saat kunjungan di KPP Pratama Kendari, Bahtra meminta agar penerimaan pajak diaudit dengan benar.
“Kemarin saya berkunjung di Kantor Pajak Kota Kendari, saya meminta agar betul-betul soal penerimaan pajak diaudit dengan benar. Jangan sampai jumlah barang yang keluar berbeda dengan jumlah yang dibayarkan,” ungkapnya.
Bahtra juga menambahkan berdasarkan data di KPP Pratama Kendari, untuk saat ini sebanyak dua ribuan wajib pajak yang masih dalam proses, baik yang perorangan maupun perusahaan.
“Kita akan mendorong supaya perusahaan-perusahaan yang menunggak pajaknya, yang tidak tertib melaporkan pajaknya harus diaudit, agar pajaknya bisa masuk ke negara dan daerah. Perusahaan itu jangan hanya mengambil keuntungan, tetapi telat membayar pajak. Sebagai warga negara yang baik, harus taat pajak,” jelasnya.
Upaya yang dilakukan dalam mendorong kemajuan daerah tidak sampai di situ, namun juga terkait transaksi di wilayah industri pertambangan agar dapat menggunakan mata uang rupiah.
“Ketika saya mengumpulkan berbagai aspirasi mulai dari, Bank Mandiri, Bank BNI dan lain-lain menyampaikan bahwa kalau boleh transaksi keuangan itu bisa juga melibatkan bank-bank nasional yang dimiliki Indonesia. Sehingga hal itu, bisa menjadi nilai tambah untuk transaksi perbankan di Indonesia yang nantinya akan berdampak pada kemajuan daerah khususnya di Sultra,” pungkasnya.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







