KENDARI, Tirtamedia.id – Untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran informasi hoaks dikalangan masyarakat, Masyarakat Anti Fitnah (MAFINDO) melaksanakan Kelas Kebal Hoaks (KKH) di salah satu hotel di Kendari pada Sabtu (16/7/2022). Kegiatan itu melibatkan 10 Komunitas yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Presidium MAFINDO, Septiaji Eko Nugroho mengatakan, dengan materi-materi yang sudah di sederhanakan dalam KKH, diharapkan periksa fakta bisa menjadin tren belajar dan menjadi arus utama dikalangan masyarakat khususnya kalangan pelajar.
Ia juga menambahkan, dengan KKH ini para peserta diharapkan dapat mengetahui penyebaran informasi hoaks dan dapat membangun informasi yang sehat.
“Ketika nanti ada isu-isu hoaks yang beredar di masyarakat, teman-teman yang sudah dilatih dalam KKH ini bisa menjadi agen penjernih informasi. Karena memang saat ini kita perlu membangun ekosistem informasi yang sehat, apalagi menjelang pemilu 2024,” ujarnya Minggu (17/7/2022).
Septiaji juga mengungkapkan, KKH ini merupakan kegiatan pertama di Sulawesi yang diadakan secara offline.
“Kita luar biasa senang, karena setelah sekian lama akhirnya bisa melakukan kegiatan secara offline, apalagi para peserta juga sangat antusias dan interaktif dan KKH ini yang pertama di Sulawesi yang digelar secara offline dan juga yang pertama diluar Jawa,” ungkapnya.
Pada kegiatan ini, MAFINDO Bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dan Siberkasi dalam gerakan Makin Cakap Digital.
Adapun komunitas yang terlibat dalam KKH yaitu Komunitas 1000 Guru, Forum Anak Kota Kendari, Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Sultra, Generasi Baru Indonesia (Genbi) Sultra, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sultra, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sultra, Komunitas Peradilan Semu FH UHO, Komunitas Perpustakaan Jalanan, Relawan MAFINDO Komisariat UHO dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) Sultra.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







