BAUBAU, Tirtamedia.id – Puluhan peserta napak tilas pahlawan nasional Oputa Yi Koo terlantar di kaki Gunung Siontapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (25/5/2022). Tidak hanya itu, para peserta juga mengeluh tidak mendapat makan dan minum.
Peristiwa itu bermula, saat para peserta mulai berjalan menuju puncak Gunung Siontapina, Selasa (24/5/2022). Peserta yang berjumlah sekitar 760 tengah melakukan perjalanan napak tilas perjalanan Oputa Yi Koo saat melawan penjajah. Mereka menempuh jarak 80 kilometer dengan waktu perjalanan.
Sekira pukul 13.00 WITA, peserta tiba di salah satu pondok yang telah ditentukan untuk beristirahat sejenak. Ironisnya, peserta kaget sebab tak ada seorangpun panitia yang menunggu di pondok itu. Peserta yang kehausan pun meminum air tower yang kebersihannya tidak terjamin.
“Massa tiba duluan kita yang jalan kaki dari pada mereka panitia. Setelah tiba panitia, ternyata tidak ada minuman yang disiapkan, kita minum air tower,” kesal salah seorang peserta, Otong dalam sambungan telepon, Kamis (26/5/2022).
Dengan keadaan lapar dan haus, peserta melanjutkan perjalanan. Namun tiba-tiba mereka kembali dikagetkan dengan informasi dari masyarakat sekitar puncak pemakaman bahwa warga tidak mengetahui akan ada kegiatan itu.
Belum ada izin yang disampaikan oleh panitia kepada warga dan juru kunci yang menjaga kawasan pemakaman itu. Sebab, tidak sembarang orang bisa masuk ke tempat tersebut tanpa ritual adat lebih dulu.
“Tidak sampai dimakan karena dilarang sama warga yang disana kecuali ada acara adat dulu baru bisa naik ke puncak,” ujarnya.
Peserta pun membatalkan niat menuju puncak makam Oputa Yi Koo dan memilih pulang di garis star. Dalam perjalanan, peserta yang kehausan dan kelaparan tak bisa berjalan cepat mengikuti rombongan.
Sekitar 50 peserta sempat tertinggal dan terjebak di hutan Wasambaa, Kecamatan Lasalimu, tepatnya di bawah kaki Gunung Siontapina.
Peserta lainnya yang telah berada di Kota Baubau langsung berkoordinasi dengan warga sekitar, aparat keamanan dan Pemkot Baubau. Tim gabungan pun dikerahkan untuk mengevakuasi peserta yang diduga berada di jarak 10 kilometer menuju puncak.
Sekitar pukul 23.00 WITA, seluruh peserta berhasil dievakuasi dan selamat. Kendati demikian, para peserta memilih melaporkan penyelenggara kegiatan kepada pihak yang berwajib sebab ada dugaan kelalaian dan ketidakseriusan panitia mengurus kegiatan tersebut.
Untuk diketahui, Napak Tilas Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo adalah rangkaian perayaan HUT ke – 58 Sultra yang dilaksanakan di Kabupaten Buton sejak 24-26 Mei 2022.
Oputa Yi Koo sendiri merupakan Sultan Buton ke- 20 yang menjabat di tahun 1752 sampai 1755. Di akhir jabatannya di tahun 1755 usai perang Buton, Oputa Yi Koo menetap di Siontapina hingga meninggal dunia.
Oputa Yi Koo yang bernama asli Himayatuddin Muhammad Saidi itu ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 7 November 2019.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







