KENDARI, Tirtamedia.id – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir pantai di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Jumat (04/02/2022).
Hal itu dilakukan Basarnas Kendari sebagai upaya untuk mencegah terjadinya abrasi yang diakibatkan oleh tenaga gelombang laut, atau pasang surut arus laut yang bersifat merusak, karena kurangnya pohon pelindung di pesisir pantai.
Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan, penanaman mangrove jenis Bakau Rhizophora tersebut dilakukan tim gabungan SAR sebagai dukungan program pemerintah dalam rehabilitasi mangrove.
“Pagi ini kami Basarnas Kendari bersama potensi-potensi SAR dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masyarakat sekitar dan juga dibantu dengan sejumlah mahasiswa melaksanakan penanaman 1.000 bibit mangrove,” kata Aris.
Aris menambahkan penanaman bibit mangrove dilaksanakan secara serentak, baik di kantor pusat hingga 43 Kantor Basarnas termasuk di Kendari yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT Ke- 50 Basarnas, pada 28 Februari 2022.
“Gerakan penanaman mangrove perlu digalakkan untuk merehabilitasi kawasan pesisir, dan juga sebagai bentuk kepedulian dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem guna melindungi biota-biota laut, khususnya yang ada di kawasan Teluk Kendari,” ujarnya.
Aris menyampaikan penanaman bibit mangrove merupakan salah satu solusi mencegah terjadinya abrasi pada pantai, serta menjaga kembali pelestarian alam yang juga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat.
“Kita mendukung program pemerintah dalam rehabilitasi lingkungan, disamping itu menjaga habitat dari biota-biota laut yang ada di sekitar Teluk Kendari, demi keberlangsungan anak cucu kita nanti ke depan,” pungkasnya.
Dengan kegiatan penanaman 1000 pohon ini, Basarnas Kendari berharap seluruh pihak dapat menjaga kawasan hutan mangrove demi kelestarian alam dan lingkungan bahari.
Penulis : Husni Mubarak







