Kendari, tirta media.id – Sulawesi Tenggara (Sultra) harus menelan pil pahit dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Hasil akhir yang diraih cukup mengecewakan, dengan posisi terpuruk di urutan ke-34 dalam perolehan medali nasional.
Total raihan medali Sultra adalah 14, terdiri dari 1 emas, 5 perak, dan 8 perunggu. Satu-satunya medali emas diraih oleh tim softball putri, sementara cabang olahraga unggulan lainnya gagal menyumbangkan emas.
Penurunan ini semakin terasa menyakitkan ketika dibandingkan dengan prestasi di PON XX Papua 2021, di mana Sultra menduduki peringkat ke-21 dengan torehan 6 emas, 5 perak, dan 7 perunggu. Penurunan drastis ini mengundang keprihatinan dari banyak pihak, termasuk pengurus olahraga dan pemerintah daerah.
Padahal, Pemprov Sultra telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp11 miliar rupiah untuk mendukung kontingen Sultra di PON XXI. Dari informasi yang dihimpun jumlah tersebut, hanya Rp7 miliar yang digunakan untuk kebutuhan PON, sedangkan sisanya dialokasikan untuk operasional dan anggaran rutin pengurus KONI Sultra. Hal ini memicu tanda tanya besar terkait efektifitas penggunaan anggaran, mengingat prestasi yang jauh di bawah ekspektasi.
Ketua Umum KONI Sultra, Alvian Taufan Putra, menyebutkan bahwa kontingen PON XXI Sultra diperkuat oleh 148 atlet yang tersebar dalam 29 cabang olahraga dan menjadi sejarah Koni dalm jumlah cabor yang berangkat.
“Sejarah mencatat bahwa 29 cabang olahraga berhasil merebut tiket PON XXI. Insan olahraga Sultra harus optimistis mencapai prestasi terbaik dibandingkan PON sebelumnya,” kata Alvian dikutip dari Antaranews.com (2/9/2024).
Selain atlet, kontingen Sultra juga didukung oleh 47 orang yang terdiri dari mekanik, pelatih, dan ofisial. Tercatat 10 cabang olahraga dengan 109 atlet dan 27 pelatih, ofisial, serta mekanik bertanding di Provinsi Aceh, sementara 18 cabang olahraga dengan 39 atlet serta 20 pelatih, ofisial, dan mekanik berlaga di Medan, Sumatera Utara.
Sayangnya, dengan dukungan tersebut, hasil yang dicapai Sultra masih belum memuaskan. KONI dan Pemprov Sultra kini menghadapi desakan untuk lebih serius dalam memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet dan pengembangan olahraga di daerah. Tanpa komitmen yang nyata dan dukungan yang lebih besar, prestasi olahraga Sultra dikhawatirkan akan semakin terpuruk di masa depan.
PON XXI ini harus menjadi momentum evaluasi mendalam bagi semua pihak. Dengan manajemen dan alokasi dana yang lebih transparan serta terfokus, Sultra diharapkan bisa bangkit dan kembali berprestasi di kancah nasional, demi mengharumkan nama daerah yang lebih baik.(red)







