KENDARI, tirtamedia.id – Meski tidak dibiayai oleh Komite Olahraga Nasional atau KONI Sulawesi Tenggara (Sultra) pengurus cabang olahraga Hapkido mampu meloloskan 5 atlet ke PON 21 Aceh dan Sumut 2024 mendatang.
Ke 5 nya lolos setelah mengikuti Pra Pekan Olahraga Nasional yang digelar di Jogjakarta beberapa waktu lalu. Dalam keikutsertaannya, mereka menggunakan biaya sendiri (pribadi) atau tanpa biaya operasional dari KONI Sultra.
Ketua Pengprov Hapkido Sultra, Junaidi Umar mengakui anggaran yang diberikan KONI terbatas sehingga dengan sukarela menggunakan anggaran pribadi demi memberangkatkan 10 atlet dan pelatihnya untuk mengikuti pra kualifikasi PON.
“Terus terang saja dari semua persiapan, sudah ini yang kita rasakan yang paling sulit. Harusnya ada perhatian lah dari KONI. Bantuan yang lari ke kami itu cuman Rp 50 juta sementara kita ini keluarkan hampir Rp 100 juta,” kata Junaidi ditemui Senin (28/08/2023).
Lebih lanjut kata Junaidi anggaran itupun diberikan setelah mereka mengikuti Pra kualifikasi atau tiba di Kota Kendari, dimana jumlahnya lebih kecil dari anggaran yang sudah dikeluarkan selama mengikuti Pra kualifikasi.
“Kita tidak tau berapa biaya yang mau dikeluarkan dan berapa yang mau digantikan. Banyak yang kita keluarkan sedikit yang dikasih,” ujarnya.
Meski begitu, Junaidi menyebut saat ini pihaknya mulai merancang program latihan secara mandiri untuk menjaga kondisi para atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional atau PON di Aceh dan Sumut pada 2024 mendatang.
Diketahui atlet yang lolos mewakili Sultra pada cabang olahraga Hapkido di Pra PON mendatang mereka diantaranya Muhammad Irfan, Aldo, Yuliana, Elyas Winda dan Ulfa.
Penulis : Husni Mubarak.







