KENDARI, Tirtamedia.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan.
Kepala Dinkes Sultra, dr. Putu Agustin menjelaskan, langkah itu diambil untuk mewaspadai penyebaran Covid-19 varian Omicron.
“Kita kembali akan memperketat pengawasan, bekerjasama dengan petugas bandara dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan surveillance,” kata Agustin, Selasa 11 Januari 2022.
Selain itu, lanjutnya, pelacakan (tracing) juga ditingkatkan jika ada laporan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Sementara itu, Humas Bandara Haluoleo, Nurlansyah mengatakan, pihaknya tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) 3 M yakni, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menyediakan ruang observasi (pengamatan).
“Kita terus menerapkan 3 M dan menyediakan fasilitas ruang observasi, untuk mendukung pengawasan yang telah dilakukan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan Covid-19 dan KKP,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Hal senada disampaikan, Koordinator Wilayah Kerja (KKP) Bandara Haluoleo, dr Umi Mazidah. Ia menyatakan pengetatan masih sesuai regulasi yang berlaku selama ini.
“Kalau dari KKP arahan dari atasan kami, semuanya masih sesuai regulasi. Paling yang ditingkatkan cakupan vaksin karena kalau belum lengkap tidak bisa ke Jawa-Bali,” jelasnya.
Ia menyebut, jika ada penumpang tujuan Jawa-Bali yang baru satu kali vaksin, tetap bisa diberangkatkan namun harus menjalani tes PCR.
“Kalaupun ada penumpang baru satu kali vaksin itu bisa hanya pake PCR nda bisa antigen,” pungkasnya.
Penulis : Muhammad Anca






