KENDARI, tirtamedia – Puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Kerja Advokasi Tambang Kabupaten Konawe Utara (Jatam Konut) menggelar aksi unjuk rasa (unras) di DPRD Sultra, pada Rabu (15/9/2021).
Demonstrasi ini menuntut DPRD Sultra, Kejaksaan dan Polda Sultra agar segera mengusut tuntas atifitas CV Unaaha Bakti Persada yang diduga menambang di kawasan hutan lindung.
Massa aksi unjuk rasa sempat terlibat kericuhan dengan petugas Satpol PP Sultra. Pasalnya, petugas yang berjaga menutup gerbang dan tak mengizinkan massa masuk.
Aksi saling dorong antara petugas dan massa aksi tak terhindarkan. Beberapa diantaranya mendobrak bahkan nekat memanjat gerbang setinggi tiga meter itu.
“Kami menduga, aktifitas penambangan perusahaan itu dilakukan di luar IUP (Izin Usaha Pertambangan), sebab berada diarea lahan koridor antara IUP PT Bososi dan CV Unaaha Bakti Persada,” ujar Jendral Lapangan, Oschar Sumardin.
Oschar menambahkan, pada Maret 2020 lalu, lokasi tersebut telah dilakukan penindakan dan penertiban oleh tim Tipidter Mabes Polri yang saat itu dipimpin
langsung oleh Pipid Rismanto, dan terbukti melanggar perundang-undangan yang berlaku.
Sayangnya, dari hasil Investigasi lapangan yang mereka lakukan, pihaknya menemukan 23 unit alat berat yang masih melakukan aktifitas penambangan Ilegal di lahan seluas 159 Ha.
“Bukan hanya melawan hukum tapi juga telah mengakibatkan banyaknya kerugian negara mulai dari kewajiban iuran explorasi, exploitasi, dana hasil produksi sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah nomor 45 Tahun 2003 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak,” paparnya.
Jatam Konut juga mendesak Polda Sultra untuk segera turun ke lokasi melakukan audit dan investigasi serta memberhentikan aktifitas pertambangan perusahaan itu, sampai semua illegal minning yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan.
“Kita sudah melapor sebelumnya tapi belum ada hasil,” kesalnya.
Sementara itu, Panit II Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Sultra, IPDA Ridwan mengaku belum mengetahui pasti laporan itu.
“Mungkin ditangani sama tim yang lain. Nanti kami cek kembali laporannya. Tim yang lain juga sedang berada di Konut, kemungkinan sedang menindaklanjuti laporan teman-teman semua,” pungkasnya.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







