KENDARI, tirtamedia.id – Presedium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyayah Indonesia (BEM PTMAI) Zona VII yang meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua menyoroti kinerja Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto dan Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup dalam menangani banjir yang melanda wilayah Kota Kendari.
Arjum Hasjuliawan Ketua BEM UMK Kendari mengaku kecewa dengan sikap kedua Pejabat daerah tersebut sebab masyarakat terus menderita akibat kurangnya responsif dan kurangnya tindakan yang diambil oleh pihak berwenang.
“Sebagai pemimpin kedua Penjabat ini, memiliki tanggungjawab utama untuk melindungi dan memastikan kesejahteraan masyarakat. Namun, kami tidak melihat upaya yang memadai dari mereka dalam mengatasi bencana ini, ”ujar Arjum. Sabtu (9/3/2024).
“Sikap mereka yang diam dan tidak proaktif hanya memperparahsituasi yang sudah sulit bagi masyarakat yang terdampak,” lanjutnya.
Menurutnya, Kota Kendari dan sekitarnya saat ini mengalami kondisi darurat akibat banjir. Ratusan rumah terdampak, infrastruktur rusak, dan kebutuhan dasar seperti air bersih dan makanan menjadi sulit.
“Kami tidak melihat upaya yang cukup dari Pj. Walikota dan Pj. Gubernur untuk memberikan bantuan dan koordinasi yang diperlukan,” katanya.
Arjum meminta agar pejabat daerah itu segera mengambil langkah nyata dalam menangani bencana. “Masyarakat membutuhkan bantuan dan dukungan mereka, dan sebagai pemimpin, mereka memiliki tanggung jawab moral dan etis untuk bertindak segera demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Presidium BEM PTM Zona VII menegaskan akan menyampaikan surat terbuka ke Kementerian Dalam Negeri untuk mengevaluasi kinerja dan mencopot Pj Gubernur Sulawesi Tenggara dan Pj Wali Kota Kendari.
“Jika tidak sanggup untuk menjadi pemimpin lebih baik mengundurkan diri saja dari jabatan sebagai PJ walikota dan PJ gubernur Sultra, kami membutuhkan pemimpin yang responsif dan peduli terhadap masyarakat, “tegasnya.
Reporter: Husni Mubarak







