Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum mengatakan vaksin astrazeneca yang dialokasikan khusus untuk TNI-Polri pada beberapa waktu lalu di Kota Kendari cukup banyak, dan penggunaan awalnya terbatas, sehingga menyebabkan banyak tersisa dan tidak dapat digunakan.
“Ada 10.280 dosis astrazeneca kedaluwarsa tanggal 28 Februari 2022, ada di dinkes 50 dosis, puskesmas abeli 20 dosis, di RS bhayangkara 1.720 dosis, RS ismoyo 2.870 dosis, klinik polres 3.560 dosis dan klinik lanal 2.060 dosis,” ungkapnya, Rabu (23/3/2022).
Rahminingrum menambahkan untuk itu, sejauh ini pihaknya telah melaporkan secara online dengan menggunakan aplikasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan menyimpannya di gudang terpisah sambil menunggu pemusnahan dari Kemenkes.
Untuk diketahui, saat ini stok vaksin yang ada di Kota Kendari berjumlah 9.760 dosis. Yakni terdiri dari vaksin Sinovac 6.688 dosis dan vaksin Pfizer sebanyak 3.072 dosis.
Penulis : Husni Mubarak







