KENDARI, tirtamedia.id – Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pelatihan dengan tema, peningkatan pemahaman dan pengetahuan perkoperasian serta kapasitas dan kompetensi SDM Koperasi di Hotel Plaza Kubra, Kamis (28/10/2021).
Sekretaris Dinas Koperasi UMKM Sultra, Isnain mengatakan, pelatihan ini dilakukan karena tidak seimbangnya antara jumlah atau kapasitas koperasi dengan kualitas yang dihasilkan oleh koperasi itu sendiri.
Kegiatan ini akan diisi dengan materi-materi yang dibawakan oleh para pemateri handal, terutama berkaitan dengan perhitungan penilaian koperasi yang ada di Sultra.
“Selama ini belum ada. Kita baru munculkan, sehingga koperasi yang masuk kategori sehat dan kurang sehat tetap dalam pemantauan,” ujarnya saat ditemui.
Isnain menambahkan, peserta pelatihan angkatan pertama ini diikuti sekira 480 orang perwakilan dari 17 kabupaten/ kota di Sultra. Ia berharap, seluruh pelaku UMKM yang hadir dapat mempertahankan koperasi mereka masing-masing. Bila perlu, mereka bisa meningkatkannya lagi agar bisa bersaing dengan pelaku UMKM lain di luar Sultra.
“Koperasi kita di Sultra masih zona merah. Dari 4.000 lebih koperasi yang ada, sekitar 2.000 itu hanya papan nama. Ini yang akan kita kejar dan perbaiki kedepan,” tegas Isnain.
Sekretaris Dinas Koperasi UMKM Sultra ini, juga menyebut beberapa permasalahan yang dihadapi oleh koperasi sehingga gulung tikar.
Menurutnya, masalah pertama berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang kreatif, manajemen koperasi yang tidak beres, belum adanya laporan keuangan yang baik dan tidak sesuai aturan deputi koperasi serta kurangnya semangat pelaku UMKM itu sendiri dalam mengelolah koperasi yang dijalankan.
Isnain menegaskan, pelaku UMKM di Sultra harus bisa membuat terobosan-terobosan baru, sebab keberhasilan mereka kedepan dapat membawa nama baik daerah.
“Inikan sesuai visi misi pak Gubernur dan Wakil Gubernur kita juga. Pemprov Sultra tentunya akan memprioritaskan pelaku UMKM untuk mengambil peran di daerah.
Adanya kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki koperasi ini tentunya dapat membantu program pemerintah,”tambahnya.
Olehnya itu, kegiatan pelatihan yang akan berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat menambah wawasan para pelaku UMKM. Sehingga kedepan mereka bisa mengembangkan usaha, tanpa harus tutup atau gulung tikar lagi seperti yang lainnya.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







