KENDARI, tirtamedia.id – Dalam rangka memperingati dua dekade Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tenggara (PD Sultra) dalam waktu dekat akan menggelar lomba mural.
Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat Sultra terhadap kondisi sosial yang sedang terjadi saat ini.
Ketua DPD Patai Demokrat Sultra, Muh. Endang menilai, pemerintah tidak boleh anti kritik. Masyarakat berhak menyampaikan saran sekaligus teguran, salah satunya adalah melalui tulisan dan lukisan demi terwudujnya kepemimpinan yang lebih baik.
“Lomba tersebut akan dilaksanakan dengan sejumlah persyaratan yang ketat, tidak boleh berisikan fitnah, hoaks, ujaran kebencian, serta mempunyai nilai seni dan estetika,” katanya kepada Tirtamedia.id, Sabtu (17/9/2021).
Endang menambahkan, tidak bisa dipungkiri saat ini masih banyak masyarakat yang memiliki rasa takut untuk menyampaikan pendapat, kritik, apalagi dihantui dengan ancaman hukum pidana.
Fakta-fakta tentang banyaknya warga yang berurusan dengan hukum karena menyampaikan pendapat dan kritik dibuktikan dengan menurunnya indeks demokrasi Indonesia.
Data yang dimiliki DPD Partai Demokrat Sultra dari The Economist Intelligenci Unit (EIU), indeks demokrasi Indonesia tahun 2020 dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi terendah dalam 14 tahun. Di tahun 2020 Indonesia meraih skor 6,3 turun dari skor sebelumnya 6,48. Indeks Demokrasi Indonesia berada dibawah Malaysia, Timor Leste dan Filipina.
“Padahal sebelumnya mereka belajar demokrasinya dari kita,” sesal Endang.
Terkait lomba mural itu, Endang menunjuk Abdul Salam Sahadia sebagai pelaksana kegiatan mengingat dia muda, pencinta seni dan keindahan, serta dulu sebelum menjadi anggota legislatif adalah aktivis pegiat demokrasi.
Untuk pemenang lomba mural tersebut akan diberikan hadiah sertifikat dan uang puluhan juta rupiah. Bagi juara 1 sampai dengan 4 akan diundang khusus untuk mambuat mural di kantor DPD PD Sultra.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







