KENDARI, Tirtamedia.id – Melalui program Gerakan Nasional (Gernas) Bulan Cinta Laut 2022 yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), 105 nelayan di Kota Kendari telah mengumpulkan 6,2 ton sampah sejak 2 Oktober hingga 27 Oktober 2022.
Dalam aksi Bulan Cinta Laut ini, KKP mendorong para nelayan di seluruh Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga kebersihan laut agar tetap indah.
Ketua Panitia Bulan Cinta Laut, Laode Kardini mengatakan dengan adanya program tersebut, potensial laut yang begitu besar dapat terus terjaga keindahannya.
“Daratannya hanya berapa, begitu pula di Sulawesi Tenggara (Sultra), 17 daerah otonom kabupaten/ kota hanya satu yang tidak punya laut, yaitu Kolaka Timur,” ujarnya pada aksi bersih pantai yang dipusatkan di Teluk Kendari, Kamis (27/10/2022).
Selain itu, ia mengingatkan untuk memelihara pantai agar menjadi lebih indah merupakan kewajiban semua pihak.
La Ode Kardini berharap, kegiatan tersebut dapat diagendakan berkali-kali oleh kabupaten/ kota, maupun provinsi.
“Kegiatan ini hanya dicanangkan setahun sekali yakni di bulan Oktober, kalau daerah ingin mengembangkan. Tidak harus setahun sekali, tapi mungkin bisa berkali-kali,” ucapnya.
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Syahril A. Raup membeberkan, para nelayan ketika melaut sambil mengumpulkan sampah, yang kemudian ditimbang sehingga menghasilkan uang tambahan.
“Hingga kemarin jumlah sampah yang terkumpul sudah mencapai 6,2 ton. Kalau ditambah dengan hasil hari ini, mungkin sudah bisa sampai 7 ton sampah,” bebernya.
Pihaknya pun berharap para nelayan tersebut dapat terus mengumpulkan sampah di bulan-bulan berikutnya. Sebab pihaknya ingin membentuk mekanisme agar sampah yang dikumpulkan, bisa langsung dijual ke bank sampah yang di banderol setara dengan harga ikan.
Gernas Bulan Cinta Laut ini dilaksanakan di tiga kecamatan di Kota Kendari yakni Kendari Barat, Nambo, dan Abeli yang melibatkan 105 orang nelayan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti oleh semua instansi di Kota Kendari dan provinsi, penyuluh, mahasiswa, beberapa komunitas, TNI angkatan laut, dan Polisi.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







