KOLTIM, tirtamedia.id – Usai diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, empat partai pendukung Andi Merya Nur bakal berebut kursi Bupati Kolaka Timur (Koltim) sisa masa jabatan 2021-2026. Keempat partai pendukung tersebut adalah Partai Demokrat, PDI- P, Gerindra, dan PAN.
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sultra, melalui juru bicaranya Agus mengatakan, pihaknya menyiapkan satu kader terbaik yang bakal menduduki kursi Bupati Koltim.
“Kalau tidak ada perubahan, ibu Diana, istri dari almarhum Samsu Bahri,” katanya, Selasa 29 September 2021.
Sementara, Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra, Abdurrahman Saleh mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumumkan kader yang akan diusung menggantikan Andi Merya Nur.
“Tapi saat ini kami sedang membangun komunikasi intens dengan empat partai pengusung Pilkada Koltim sebelumnya,” paparnya.
ARS bilang, kader partainya optimis akan menahkodai Koltim sebab memiliki jumlah kursi yang lebih banyak dibanding partai pengusung lainnya, yakni PAN ada 4 kursi, PDI-P 3 kursi, Demokrat 2 kursi dan Gerindra 2 kursi.
Sedangkan, Ketua DPD Partai Demokrat, Muhammad Endang mengaku, pihaknya juga sudah menyediakan kader terbaik untuk menjadi orang nomor satu di Koltim hingga 2026 mendatang.
“Sudah ada,” bebernya.
Kendati demikian, ia menegaskan, saat ini bukan saatnya masing-masing partai mengumbar calonnya, namun mestinya membangun kesepahaman antara koalisi partai pengusung.
Berbeda dengan Partai Gerindra, usai kadernya terjerat kasus korupsi beberapa waktu lalu. Pihak partai belum menetapkan kader yang bakal diusung untuk kembali melanjutkan perjuangan Andi Merya Nur.
“Kalau dari Gerindra belum ada, masih menunggu regulasi,” katanya singkat.
Belum diketahui pasti siapa figur yang bakal memimpin Koltim beberapa tahun mendatang. Keempat partai pendukung ini juga belum ada titik temu dan saat ini sedang dilakukan lobi-lobi politik untuk menyatukan persepsi agar Koltim kembali dinahkodai oleh mereka sendiri.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







