KENDARI, Tirtamedia.id – Hingga saat ini, 26 keluarga korban kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, masih tinggal di tenda darurat. Para korban kebakaran itu masih menunggu bantuan rumah permanen yang dijanjikan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
Para korban kebakaran yang tinggal di tenda darurat dalam satu bilik ruangan, hanya diberi pembatas dari tumpukan pakaian dan terpal sebagai pengalas.
Salah seorang korban kebakaran, Fitriyani mengatakan, sejak kebakaran yang terjadi pada 9 Juni 2022, dirinya bersama keluarga harus rela tinggal berdesak–desakan bersama korban lain dalam satu tenda.
Fitriyani juga mengungkapkan, kini ia mulai merasa tidak nyaman, karena sejak tinggal di tenda darurat anak-anaknya mulai terserang berbagai macam penyakit.
“Dari pemerintah belum ada lagi konfirmasi kapan, cuma kita menunggu saja belum ada tanggapan toh. Tinggal disini juga (tenda) tidak nyaman, anak-anak banyak yang sakit, kita juga ini sakit batuk dan pilek sama anak anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat hujan turun, genangan air masuk dan memenuhi tenda darurat yang didirikan di atas tanah korban kebakaran.
Korban kebakaran lain, Mistri mengaku kesulitan mendapatkan air bersih untuk konsumsi setiap hari. Bersama korban kebakaran lainnya, ia masih mengandalkan kamar mandi masjid untuk mandi, mencuci, dan buang air.
“Susah sekali kita buang air besar, karena tidak ada MCK, kita harus ke musalah yang lokasinya jauh, kami juga kesulitan air, biasanya air dibeli patung patungan,” tuturnya.
Warga korban kebakaran berharap, bantuan rumah untuk pemukiman sementara atau semi permanen, dapat berikan oleh Pemkot Kendari.
Penulis : Annisa Aprilia Monoarfa







