KENDARI, tirtamedia.id – Dika (21), mantan karyawan di salah satu perusahaan, sukses budidaya jamur tiram di tengah keterpurukan akibat pandemi Covid-19.
Berbekal ilmu dari media sosial yang dipelajarinya secara otodidak, Ia berhasil meraup keuntungan yang tidak sedikit .
Tak hanya itu, berkat usahanya yang semakin berkembang, kini Ia memperkerjakan tiga pemuda di lingkungan tempat tinggalnya, di Desa Sindang Kasih, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Saya sudah lama sekali ingin budidaya jamur tiram, dulu saya sering lihat teman waktu SMA, tapi karena saat itu belum punya modal, jadi saya kerja dulu,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini, Minggu (8/8).
Keputusan Dika, berhenti dari tempat kerjanya semula berbuah manis sejak September 2020. Modal awal Rp.20 juta, tabungan selama kerja di perusahaan, Ia menyulap halaman rumahnya menjadi tempat budidaya.
Dika menuturkan, untuk 1000 polybag dapat menghasilkan 300 Kg jamur tiram dalam masa inkubasi tiga sampai empat bulan. Dalam sehari, rata-rata dapat memanen sembilan sampai 10 Kg.
“Kita pilih cara organik karena lebih mudah dan tidak mengandung bahan kimia,” tuturnya.
Menurut Dika, peluang usaha jamur tiram khususnya di Kota Kendari sangat besar, dimana permintaan konsumen cukup tinggi sementara pelaku usahanya masih sangat kurang.
Dalam sebulan, Dika mampu meraup omset kurang lebih Rp.10 juta hingga Rp.15 juta. Untuk ukuran 1 Kg dijual seharga Rp.40 ribu, dan ukuran 250 gr seharga Rp.10 ribu.
“Sekarang kita masih kirim ke pasar-pasar di Kendari, Alhamdulillah meskipun pandemi, setiap hari permintaan itu tetap ada,” jelas putra pertama dari pasangan Jamaludin dan Siti Syawalia ini.
Dalam merintis usaha, tak jarang serangan hama dari lalat dan cuaca hujan yang menjadi kendala, sehingga menyebabkan tunas jamur mati. Namun bagi Dika, semua sudah kerugian sudah diperhitungkan.
Dalam benak Dika, ada sebuah harapan besar nantinya kelak ia dapat membuka lapangan kerja lebih banyak bagi bagi warga desanya.
Penulis : Muhammad Anca







