Kendari, tirtamedia.id – Pagar SD Negeri 105 Kendari di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, dipenuhi lilitan kabel listrik menjuntai rendah di depan sekolah.
Sejumlah kabel terlihat dililitkan langsung ke pagar besi sekolah. Beberapa kabel lainnya juga diikat seadanya di atas pohon dekat area pagar.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa karena berada tepat di jalur aktivitas anak-anak sekolah saat datang maupun pulang sekolah.
Pihak sekolah menyebut kabel listrik terpaksa digantung dan diikat ke pagar karena tidak adanya tiang penyangga listrik di sekitar depan sekolah.
Salah seorang guru mengaku khawatir dengan kondisi kabel yang dinilai berisiko terhadap siswa maupun masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
“Kami guru di sini khawatir karena kabel dililit di pagar besi dan sangat berbahaya untuk anak-anak. Sebenarnya sudah lama kami sampaikan kepada pihak PLN,” kata salah satu guru SDN 105 Kendari Selasa (19/5/2026).
Menurut pihak sekolah, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama., dan pernah dilaporkan agar dilakukan penataan kabel sekaligus pengadaan tiang listrik di sekitar lokasi.
Namun berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, pengadaan tiang listrik perlu melibatkan pihak sekolah bersama pemerintah setempat dan warga sekitar.
“Kalau dari PLN dulu menyampaikan pengadaan tiang itu pihak sekolah koordinasikan dengan warga yang tinggal disini untuk mengadakan dua tiang listrik,” ujarnya.
Meski begitu pihak sekolah berharap penataan kabel segera dilakukan untuk menghindari potensi bahaya, terutama karena lokasi sekolah berada di kawasan penduduk dan sering dilalui warga.
Di depan sekolah sebenarnya terdapat dua tiang besi, namun tiang tersebut tidak dapat dipakai sebab merupakan penyangga kabel jaringan internet, bukan tiang listrik.
“Harapannya semoga cepat diperbaiki supaya tidak membahayakan siswa. Karena kan disini bukan hanya anak-anak sekolah, tapi juga masyarakat yang lewat di sini,” ucap guru Kelas VI SD itu.
Berdasarkan pantauan dilokasi, jarak antara sekolah dan induk tiang listrik diperkirakan sekitar 200 meter. Karena banyaknya kabel yang menjulur tanpa penyangga yang kokoh membuat kabel turun rendah hingga mendekati jalan.
Warga sekitar yang ditemui juga mengaku kondisi kabel menjuntai rendah telah terjadi selama bertahun-tahun dan tidak hanya ditemukan di depan sekolah.
“Sudah lama begini dan pernah kita laporkan juga. Bahkan di lorong sebelah sekolah ada kabel yang sudah sampai ke tanah,” kata seorang warga.
Penulis: Husni Mubarak







