KENDARI, Tirtamedia.id – Hujan deras disertai angin kencang di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membuat sejumlah atap rumah warga di BTN Usfadah Nur Empat di Kelurahan Nanga-nanga, Kecamatan Kambu rusak berat, Kamis (23/12/2021).
Tidak hanya itu, beberapa pohon di Kota Kendari ikut roboh akibat kejadian tersebut. Salah satu lokasi pohon tumbang terletak di area Pasar Buah Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Pantauan media ini, ranting pohon yang tumbang menutupi seluruh ruas jalan. Akibatnya, kemacetan dan lalu lintas di lokasi tersebut terganggu.
Nampak personel kepolisian dan Satpol PP Kota Kendari bersama sejumlah instansi lainnya, turun langsung membersihkan pohon yang tumbang.
“Dia tutupi semua ini jalan. Tapi teman-teman sudah bersihkan, makanya lalu lintas normal kembali. Kita masih mau sisiri lagi wilayah lainnya ini,” ujar Kanit 1 Subdit Gasum Polda Sultra, Bripka Agus Salim Saputra saat ditemui.
Selain lokasi itu, papan reklame yang terletak di area Bypass juga roboh dihantam angin kencang. Akibatnya, tiang papan tersebut patah dan nyaris menimpa rumah warga.
Arus listrik juga padam, pasalnya papan reklame yang berukuran 3×4 meter itu jatuh menimpa kabel yang menjadi penghubung antar tiang listrik.
“Sampai sekarang belum listrik masih padam. Untung waktu jatuh tadi dia tidak mengarah di jalan,” kata Bambang, salah satu warga di lokasi.
Sementara itu, Dosmering Mekar Jaya yang terletak di Jalan Mekar Jaya, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia juga ambruk dihantam angin kencang.
Nampak, sekelompok warga yang ada di lokasi membantu pemilik dosmering membersihkan tempat sisa reruntuhan bangunan.
Di dalam tempat pencucian itu, ada beberapa unit kendaraan yang dicuci. Beruntung, saat hujan disertai angin kencang datang, dosmering jatuh ke tepi jalan dan tidak menimpa mobil tersebut.
Saat ini, personel kepolisian, Satpol PP Kota Kendari, BPBD Kota, DLHK Kota dan personel lainnya sedang berkeliling menyisiri lokasi lainnya yang tertimpa pohon.
Penulis: Herlis Ode Mainuru/ Muhammad Anca







