KENDARI, tirtamedia.id – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Sulawesi Tenggara (Sultra) angkat bicara, terkait viralnya video memperlihatkan seorang penumpang dikeroyok sejumlah orang diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli), di Pelabuhan Amolengo, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Kepala BPTD Wiayah XVII Sultra, Benny Nurdin Yusuf meminta korban segera melapor kepada ke polisi, perihal pemukulan yang dialaminya karena hal itu telah melanggar hukum.
“Terkait video saya sayang menyayangkan dan saya selaku kepala BPTD dan saya berharap kejadian ini tidak terjadi lagi, kepada korban saya harapkan bisa korporatif melaporkan karena ini adalah kejahatan,” ujar Benny saat ditemui tirtamedia.id, Rabu 8 Desember 2021.
Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyelidiki dugaan pungli seperti yang terjadi dalam video viral tersebut.
“Saya langsung menghimbau seluruh korsatpel di wilayah Sultra, untuk memetakan potensi premanisme dan pungli yang ada di simpul-simpul pelabuhan penyeberangan,” jelasnya.
Sementera itu, Kasubdit Penmas Polda Sultra, Kompol Rony Syahrendra mengatakan, kejadian dalam video itu terjadi sebulan lalu dan kedua belah pihak sepakat berdamai.
“Terkait video viral itu, kejadiannya sudah satu bulan lalu sudah ditangani polres konsel, secara damai,” katanya.
Rony memastikan, di pelabuhan tersebut sudah tidak ada lagi pungli karena pihak kepolisian sudah membentuk tim dan memeriksanya.
“Di sana itu tidak ada pungli, karena Kapolres Konsel sudah membentuk tim, sudah menurunkan sudah mengecek. Kalau ada mungkin itu adalah oknum-oknum masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, viral video dugaan kekerasan dialami seorang pria yang dilakukan oleh sejumlah orang diduga preman. Pengeroyokan itu diduga dipicu karena pria tersebut meminta karcis setelah dimintai sejumlah uang, video itu viral pada Selasa 7 Desember 2021.
Penulis : Muhammad Anca







