KENDARI, Tirtamedia.id – Salah satu objek wisata di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang banyak didatangi pengunjung adalah Pulau Labengki yang terletak di Desa Labengki, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut).
Objek wisata ini disebut-sebut sebagai miniatur Raja Ampat di Sultra. Pasalnya, bukan hanya laut yang jernih dengan pulau keren di tengahnya, tetapi wisatawan juga bisa melihat adanya pemandangan teluk cinta yang berbentuk hati.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin saat melakukan kunjungan di Sultra, mengaku kagum dengan keindahan alam tersebut.
“Ternyata di Sultra ini ada objek wisata yang luar biasa. Wah, merinding saya bulu-bulu badan,” katanya saat ditemui, pada Kamis (11/11/2021).
Meskipun lokasinya jauh dan butuh perjuangan untuk sampai di tempat itu, Ali Mochtar Ngabalin mengaku, rasa lelah pengunjung akan terobati setelah melihat keindahan alam bak surga tersembunyi milik Bumi Anoa itu.
Sayangnya, lokasi itu ditempuh dengan susah payah menjadi salah satu kendala wisatawan untuk berkunjung. Ditambah lagi, beberapa fasilitas mulai rusak dan akan berdampak pada hilangnya keindahan pulau tersebut.
Untuk mengantisipasi, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan wisata Pulau Labengki termasuk keindahan-keindahan lainnya yang ada di Sultra agar selalu terjaga dan ramai pengunjung.
“Kami sudah berkunjung disana dan berbicara, sehingga pemerintah akan mengalokasikan APBN yang banyak untuk pariwisata khususnya di Sultra,” tambahnya.
Dia berharap, adanya objek wisata Pulau Labengki ini dapat menarik simpatik pengunjung lokal maupun nasional untuk berwisata di tempat tersebut.
Bahkan, Pulau Labengki digadang-gadang bisa menjadi salah satu kiblat wisata yang ada di Indonesia dengan catatan, pemerintah daerah dan masyarakat harus bisa melestarikan keindahan tempat tersebut.
Untuk diketahui, kunjungan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) RI, Ali Mochtar Ngabalin dan rombongan itu merupakan salah satu agenda prioritas yang dilakukan pemerintah dengan tagline KSP Mendengar sebagai upaya menjaring aspirasi masyarakat ke pemerintah.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







