KENDARI, tirtamedia.id – Diduga tanggul milik PT. Ceria Nugraha Indotama (CNI), puluhan hektar sawah di Desa Pondre, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, rusak parah akibat luapan air dari tanggul jebol, pada Kamis lalu (26/8).
Warga setempat pun mengancam akan melakukan aksi demonstrasi ke pihak perusahaan jika tidak segara melakukan ganti rugi terhadap lahan sawah yang rusak tersebut.
Amiruddin (50 tahun) petani dan pemilik lahan sawah menjelaskan, luas lahan masyarakat terdampak luapan air yang merusak lahan pematang dan ratusan bibit hilang terbawa arus hingga menyisakan endapan lumpur sekitar 30 hektar.
“Ini akibat tambang, karena jebolnya tambang di sini hampir 30 hektar, ini pematang semua rusak, mana lagi yang sudah turunkan bibit, kerugiannya besar,” keluhnya, Sabtu (28/8).
Ia menambahkan, sejak kejadian itu beberapa orang warga telah menghadap ke perusahaan, pihak perusahaan mengaku juga telah mendata warga yang lahannya terdampak, namun belum ada kejelasan terkait apakah akan diganti rugi atau tidak.
“Sudah di data tapi belum ada informasi bagaimana nanti ganti ruginya, padahal jelas karena ini adanya luapan air tanggul yang jebol akhirnya begini, terbawa banjir semua pak,” ugkapnya.
Ia menambahkan, warga berencana melakukan aksi demonstrasi jika pihak perusahaan yakni PT. CNI belum juga memberi kejelasan terkait ganti rugi lahan sawah warga yang rusak.
“Janji-janji saja, sampai sekarang belum ada bukti, kita tunggu jawaban pihak perusahaan dulu, kita mungkin ada demo atau bagaimana nanti,” pungkasnya.
Penulis : Muhammad Anca







