KONAWE SELATAN, Tirtamedia.id – Buntut kerusakan jalan di Desa Amotowo, Kecamatan Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), warga sindir Surya Paloh karena kadernya, Ali Mazi dinilai gagal nahkodai Sultra.
Surya Paloh yang juga merupakan Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem disindir warga dalam sebuah baliho, karena kadernya yakni Gubernur Sultra Ali Mazi sekaligus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem, dinilai tidak becus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu kasus yang dikesalkan warga adalah kerusakan jalan di Desa Amotowo, Kecamatan Landono, Konsel. Sudah lima tahun, akses jalan di desa tersebut rusak parah. Bahkan, kecelakaan lalu lintas sering terjadi dan menelan korban jiwa.
Olehnya itu, warga Konsel membuat sindiran dalam sebuah baliho yang meminta Surya Paloh memberikan teguran keras dan mendesak kadernya (Ali Mazi), agar segera turun langsung dan memantau jalan rusak yang ada di lokasi itu.
“Pak Surya Paloh tolong beritahu Ali Mazi perbaiki jalan kami. Rakyat Landono-Mowila korban jalan rusak menggugat,” isi baliho berukuran 1×2 meter itu, Senin (21/11/2022).
Tidak hanya itu, salah satu warga bernama Turi Sanjaya saat ditemui di lokasi mengatakan, selama dua periode atau hampir 10 tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Sultra, warga di daerah tersebut tidak diberi perhatian. Khususnya dalam perbaikan jalan, bahkan mereka seakan-akan merasa dianaktirikan.
Warga berharap, Ali Mazi segera memantau lokasi itu dan memberikan bantuan agar jalan tersebut segera diperbaiki.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan bahwa aksi blokade jalan itu seharusnya tidak perlu dilakukan, karena menyebabkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Kita memberikan anggaran itu tidak sewenang-wenang, setiap tahun cuman dua kali. Kalau namanya jalankan tidak mungkin di perubahan. Untuk apa diblokir itu, itukan mengganggu. Itukan jalan raya dilewati masyarakat, tidak perlu,” tegasnya.
Ketua DPW Partai NasDem ini menambahkan, jika warga ingin menyampaikan aspirasi sebaiknya diajukan secara tertulis melalui Bupati Konsel, Surunuddin agar disampaikan ke Gubernur Sultra.
“Anggarannya ada di 2023. Sebaiknya jangan blokir jalan, karena itu pidana, nanti ditangkap polisi,” katanya.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







