KENDARI, Tirtamedia.id – Guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui literasi keuangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari gandeng industri jasa keuangan melalui kerjasama dengan Bank Indonesia, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Sultra serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU), sekaligus pembentukan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) tahun 2022, Kamis (23/06/2022).
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan industri jasa keuangan perlu terus dijaga agar mampu tumbuh sehat dan kuat, sehingga mampu menjalankan fungsinya membangun perekonomian dan mensejahterakan masyarakat.
Sulkarnain mengungkapkan pertumbuhan perekonomian Kota Kendari pada tahun 2021 mencapai 3,86 persen, dimana mengalami peningkatan dibanding pada tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi minus 1,3 persen.
“Situasi ini memberikan optimisme bagi kita untuk bisa segera bangkit, hal ini sangat positif jika dibandingkan dengan berbagai daerah di Indonesia. Yang belum bisa keluar dari tekanan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid- 19,” ujarnya
Sulkarnain mengatakan kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, merupakan kunci agar inovasi dan strategi yang baru. Hal itu sebagai upaya mempercepat literasi dan inklusi keuangan, agar dapat terealisasi untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik dengan pendekatan budaya, agama hingga optimalisasi teknologi informasi.
“Saya mengapresiasi langkah jasa keuangan yang selalu mendukung dan mensuport, sehingga terciptanya tiga program TPAKD Kota Kendari tahun 2022. Yakni dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, dan mendorong percepatan akses keuangan di Kota Kendari,” pungkasnya.
Untuk diketahui, penandatanganan nota kesepahaman itu juga sekaligus dirangkaikan dengan launching program SAGUKU atau Satu Rekening Satu Pedagang Capai Inklusi Keuangan, dan satu rekening satu pelajar lingkungan tanpa sampah atau Kejar Tuntas.
Penulis : Husni Mubarak







