Di tengah berkembangnya beragam jenis dan rasa kue modern di masa pandemi Covid-19 saat ini, seorang remaja Zahra (16 tahun), remaja yang baru saja lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini lebih memilih bekerja menjual kue basah tradisional, sembari memanfaatkan waktu luang selama masa pembelajaran jarak jauh secara daring.
Aneka kue tradisional ditata berjajar pada sebuah etalase lapak miliknya di jalan Lawata, Kelurahan Mandonga, Kota Kendari. Sejumlah pelanggan terlihat bergantian memilih kue untuk dikemas. Meski terbilang baru setahun membuka lapak, setiap harinya kue tradisional yang dijual Zahra selalu ramai pembeli.
“Kita jual di sini macam-macam kue tradisional, ada wajik, kue lapis, cucur, onde-onde wijen, doko-doko, lemper, sanggara bandang, lumpia, barongko, klepon dan masih banyak lagi,” jelas Zahra.
Kue tradisional yang dijual merupakan kue produksi rumahan, selaian yang dibuat sendiri, ada juga yang dititip oleh warga sekitar, umumnya dibuat dengan menggunakan bahan dasar tepung beras, gula merah, kelapa dan ketan.
Lapak ini, baru dibuka sejak oktober selama masa pandemi tahun 2020 lalu, namun dagangan kue itu telah diminati puluhan pelanggan, tak jarang lapak ini juga menerima pesanan via online dalam jumlah besar.
“Selain pembeli yang datang biasa juga dipesan untuk acara-acara atau ada kegiatan untuk komsumsinya,” tuturnya.
Zahra mengatakan, dalam sehari ratusan kue bisa habis terjual, paling banyak diminati kue cucur doko-doko, lemper dan gorengan. Harga paling murah untuk empat buah kue dijual seharga Rp5000 dan paling mahal Rp50 ribu.
“Alhamdulillah omset rata-rata Rp1,5 juta hingga 2 juta rupiah dalam sehari,” uangkap Zahra sumringah.
Salah satu pelanggan, Miya (32 tahun) mengatakan, kue tradisional saat ini sangat sulit dicari, padahal kue tradisional menjadi favorit untuk disantap bersama keluarga diwaktu senggang, sembari dinikmati dengan suguhan segelas teh hangat.
“Kalau saya, suami dan anak-anak di rumah sukanya kue cucur dengan dadar gulung, rasanya manis dan kenyal. Hampir setiap hari juga belinya di sini, rasanya enak,” pungkasnya.
Bagi penggemar kue tradisonal, menikmatinya tidak hanya sekedar memanjakan lidah, namun rasanya juga bisa untuk bernostalgia, mengenang masa kecil sekaligus membawa kembali tradisi jajanan tradisional yang semakin langka di tengah berkembangnya aneka kue modern.
Penulis : Muhammad Anca







