KENDARI, Tirtamedia.id – Sejak Januari hingga Maret 2022, kasus Demam Berdarah (DBD) di Kota Kendari mengalami peningkatan.
Guna mencegah peningkatan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari intens melakukan penyemprotan atau fogging nyamuk di sejumlah tempat yang menjadi perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
Seperti yang dilakukan di Jalan Laute, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, petugas melakukan penyemprotan di sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk jenis aedes aegypti.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum mengatakan penyemprotan dilakukan sebab terdapat 2 kasus DBD yang menyerang warga, sehingga untuk mengantisipasi adanya kasus baru pihaknya melakukan penyemprotan fogging.
“Jadi sampai dengan hari ini kita mendapat laporan kasus DBD di Kendari sebanyak 69 kasus, terhitung dari Januari sampai Maret ini. Sehingga kita melakukan penyemprotan untuk mencegah terjadinya kasus baru,” kata Rahminingrum, Rabu (23/03/2022).
Lebih lanjut Rahminingrum menjelaskan, kasus DBD di Kota Kendari pada Januari yaitu sebanyak 29 kasus, Februari sebanyak 15 kasus, dan Maret sampai tanggal 23 sebanyak 25 kasus.
“Untuk itu saya berharap agar masyarakat tetap waspada atas penularan virus tersebut dengan cara selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.
Berdasarkan data Dinkes Kota Kendari, hingga akhir Maret 2022 kasus DBD mencapai 69 kasus atau meningkat dari dua bulan terakhir yang hanya mencapai 44 kasus DBD.
Untuk diketahui, kasus DBD di Kota Kendari ditemukan di 11 Kecamatan, dan kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Wua-wua, Kendari Barat, Puuwatu, Kadia dan Kecamatan Baruga.
Penulis : Husni Mubarak







