KENDARI, Tirtamedia.id – Sudah dua pekan lebih, ratusan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Tunas Bangsa Mandiri menduduki Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Mereka menuntut agar aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Bungkutoko atau Pelindo IV dikerjakan oleh mereka sesuai aturan yang telah disepakati.
“Sudah 15 hari kami bermalam di sini, kami tidak akan pulang sebelum ada kepastian dari pemerintah, DPRD, KSOP, maupun pihak Pelindo sendiri,” kesal Joko, Advokat TKBM Koperasi Tunas Bangsa Mandiri, Sabtu (26/2/2022).
Joko menambahkan, mereka tak lagi dipekerjakan di pelabuhan sejak setahun lebih. Bongkar muat diambil alih oleh pihak Pelindo IV bahkan dikerjakan oleh TKBM Koperasi Karyawan Karya Bahari.
Belakangan terungkap, ternyata TKBM ini bermasalah dan Dinas Koperasi Sultra tak mengakui legalitas koperasi tersebut.
“Yang pasti koperasi kami, (TKBM Koperasi Karyawan Tunas Bangsa Mandiri) yang sah dan diakui di Sultra. Jadi, seharusnya kami harus dipekerjakan kembali,” tambahnya.
Selama setahun lebih ini, buruh yang biasa mendapatkan pundi-pundi rupiah di Pelabuhan New Port Kendari, harus bekerja serabutan untuk memenuhi kehidupan anak istri mereka.
Jasa mereka yang tidak lagi digunakan, membuat mereka kebingungan untuk mencari kerja. Padahal, di perjanjian awal sebelum menjual tanahnya mereka dijanjikan akan bekerja di tempat itu selamanya.
“Kasian kami merasa ditipu. Waktu tanah kami mereka beli, katanya kita yang akan kerja. Tapi sekarang kita seperti orang yang terlantar di wilayah sendiri,” bebernya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, langsung turun tangan menyelesaikan masalah tersebut. Dia mengunjungi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Kelas IIA Kendari.
Mantan Bupati Muna ini berdiskusi dengan pejabat lingkup KSOP, Pelindo IV dan stakeholder lainnya. Selanjutnya, mereka menuju Kantor DPRD Sultra mengunjungi ratusan buruh.
Di tempat itu, nampak emak-emak secara gotong royong sedang menyiapkan makan siang untuk buruh lainnya. Beberapa diantaranya sedang mengobrol dan mengurus anak kecil mereka. Kedatangan Ridwan Bae pun disambut meriah seluruh buruh yang ada.
“Saudara-saudaraku, saya cukup prihatin dengan keadaan ini. Saya akan segera selesaikan masalah kalian. Siap-siap saja, beberapa perwakilan TKBM maupun pejabat lainnya akan berangkat ke pusat, karena ini masalah diambil alih oleh pusat,” ujarnya di hadapan ratusan buruh.
Ridwan berjanji, dalam waktu dekat seluruh buruh yang mengalami PHK sepihak akan segera dipekerjakan kembali di tempat tersebut.
Kepala KSOP Kelas IIA Kendari, Agus Winarto mengatakan, pihaknya bersama Pelindo tak bermaksud menghalangi pekerjaan buruh, namun TKBM ini tak boleh bertikai.
“Saya jadinya bingung, kalau hanya mempekerjakan TKBM ini nanti saya di protes sama TKBM yang sebelah. Jadi, akurlah kemudian kita aturkan SOPnya semua bisa bekerja sama,” pungkasnya.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







