KENDARI, Tirtamedia.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kota Kendari mengimbau kepada seluruh masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), agar selalu waspada saat melakukan aktifitas di perairan.
Pasalnya, beberapa pekan terakhir banyak kejadian yang membahayakan nyawa manusia dan sering terjadi di area perairan yang ada di Bumi Anoa.
Humas KPP Kendari, Wahyudi merinci sejumlah peristiwa yang terjadi di area perairan. Ada 4 kejadian, beberapa diantaranya berhasil selamat dari maut, namun ada juga yang harus merenggut nyawa.
Pertama, pada 7 Januari 2022, seorang pria bernama Aidil (17) tewas di Sungai Konaweha, Kabupaten Konawe terseret arus yang deras.
Selanjutnya, pada 10 Januari 2022, korban berikutnya adalah seorang nelayan bernama Nasir Kambewa (50) yang hilang di antara Pulau Hari dan Desa Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Korban ditemukan setelah 4 hari pencarian atau tepatnya 13 Januari 2022 dalam keadaan meninggal dunia.
Pada 16 Januari 2022, laka laut kembali dialami oleh 7 orang warga dari Kota Kendari yang berlayar menuju Pulau Saponda Laut, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Kapal mati mesin dan sempat terombang-ambing karena angin kencang. Beruntung seluruh korban dapat diselamatkan.
Terakhir, pada Rabu, 19 Januari 2022, kecelakaan kapal dialami oleh 5 orang warga yang hendak mencari ikan di Perairan Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Konawe. Tiga berhasil selamat usai berenang ketepian menempuh jarak 500 m sedangkan 2 orang lainnya diselamatkan oleh anggota KPP Kota Kendari.
Humas KPP Kendari, Wahyudi mengatakan, kondisi cuaca masih belum menentu. Seluruh masyarakat apalagi nelayan yang berencana mencari ikan di wilayah perairan masing-masing daerah harus siap siaga.
“Cuaca memang kurang bagus. Hujan disertai angin kencang masih terjadi. Pokoknya sekarang ini kalau mau menyebrang atau beraktifitas di laut harus cek-cek juga info terupdate dari BMKG,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (20/1/2022).
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memberikan peringatan dini cuaca. Data yang diperoleh, pada pukul 16.40 WITA – 18.40 WITA, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat/petir dan angin masih berpotensi terjadi di beberapa daerah di Sultra.
Penulis: Herlis Ode Mainuru






