Konawe Selatan, tirtamedia.id – Kakek Hasan di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali adang ekskavator di lahan Desa Puosu Jaya, Kecamatan Konda.
Tindakan Kakek ini terekam kamera dan videonya viral di Media Sosial, Selasa (9/6/2026). Sebelumnya, Hasan juga pernah viral saat mengadang ekskavator yang melakukan aktivitas di lahan tersebut.
Dalam video itu, Hasan berupaya mendekati alat berat yang beroperasi. Ia melambaikan tangan ke arah operator ekskavator meminta agar menghentikan aktivitas.
Sejumlah anggota polisi yang berada di lokasi menghalau Hasan agar tidak mendekati ekskavator.
“Berhenti pak, berhenti. Berhenti menggusur pak,” teriak Hasan sambil melambaikan tangan ke arah alat berat yang terus beroperasi.
Selain mengadang ekskavator, Hasan juga bersitegang dengan salah seorang polisi. Hasan bersikeras mendekati ekskavator dan menyebut lahan tersebut merupakan milik masyarakat.
“Jangan di lahan masyarakat pak,” kata Hasan.
“Bukan di lahan masyarakat. Ini lahan Polri,” jawab seorang anggota polisi yang terekam dalam video.
Video Hasan menjadi viral setelah diunggah akun Facebook Zaami Rianto pada Minggu (7/6/2026). Dalam unggahannya, akun itu menyebut warga memiliki dokumen kepemilikan lahan sehingga berani mempertahankan area yang menjadi objek sengketa.
“Masyarakat jelas ada suratnya, mana mungkin berani menghadang polisi jika masyarakat tidak punya surat-surat,” tulis Zaami Rianto dalam unggahannya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian, mengaku belum dapat memberikan keterangan terkait video terbaru yang beredar.
“Saya cek dulu kang (lokasinya di mana), videonya masih muter-muter,” kata Iis saat dikonfirmasi.
Belum diketahui secara pasti kronologi lengkap maupun status lahan yang menjadi lokasi penggusuran dalam video viral itu.
Aksi kakek Hasan ini bukan kali pertama menjadi perhatian publik. Sebelumnya, pada Sabtu (30/5/2026), ia juga viral setelah mengadang alat berat milik polisi yang beroperasi di lokasi yang sama.
Penulis: Husni Mubarak







