Kendari, tirtamedia.id – Mahasiswa berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) nonsubsidi di kawasan bundaran tank jalan A.H Nasution, Anduonohu Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (10/6/2026) sore.
Mahasiswa tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) menuntut Presiden Prabowo Subianto, membatalkan kebijakan menaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax dari Rp12.300 jadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Dalam orasinya, mahasiswa menilai kebijakan Presiden Prabowo menaikan harga BBM, semakin membebani rakyat.
Mahasiswa juga menyoroti kondisi ekonomi saat ini yang dinilai semakin tertekan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan menurunnya daya beli.
Pantauan di lokasi, massa berunjuk rasa membakar ban bekas di tengah jalan, sebagai bentuk protes kenaikan harga BBM.
Unjuk rasa ini sempat membuat arus lalulintas di kawasan bundaran tank Anduonohu macet.
Redaksi







