Kendari, tirtamedia.id – Hari tanpa hujan di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih didominasi kategori sangat pendek berdasarkan pembaruan data monitoring cuaca hingga Selasa (10/3/2026). Data tersebut menunjukkan sebagian besar wilayah masih mengalami hujan dalam beberapa hari terakhir, meskipun ada sejumlah daerah yang mulai mengalami periode kering lebih lama.
Informasi yang dirilis BMKG menyebutkan kondisi hari tanpa hujan di Sulawesi Tenggara umumnya berada pada kategori sangat pendek, yakni berkisar 1 hingga 5 hari. Namun beberapa wilayah tercatat mengalami periode tanpa hujan kategori menengah.
Laporan monitoring dan prakiraan ini disampaikan oleh Forecaster on Duty BMKG, Ana Ifadatun Nisa, S.Tr.Klim, sebagai bagian dari pembaruan informasi iklim di wilayah Sulawesi Tenggara.
Ana Ifadatun Nisa, menyampaikan bahwa dalam laporan monitoring terbaru, beberapa daerah tercatat mengalami hari tanpa hujan di Sulawesi Tenggara dengan kategori menengah atau berlangsung 11 hingga 20 hari.
“Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Matausu di Kabupaten Bombana, Kecamatan Mawasangaka di Kabupaten Buton Tengah, serta Kecamatan Palangga di Kabupaten Konawe Selatan,” ujar Ana Ifadatun Nisa, melalui keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026) pukul 15.22 Wita.
Sementara itu, sebagian besar wilayah lainnya masih mencatat curah hujan hingga pembaruan data terakhir.
Berdasarkan analisis curah hujan dasarian pada awal Maret 2026, wilayah Sulawesi Tenggara umumnya mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah.
Kategori rendah tercatat berkisar 0–50 mm per dasarian, sedangkan kategori menengah berada pada kisaran 51–150 mm per dasarian.
“Wilayah yang mengalami curah hujan kategori menengah meliputi sebagian daerah di Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Selatan, serta Konawe Utara,” katanya.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara pada pertengahan Maret 2026 masih berpeluang mengalami curah hujan kategori menengah.
Meski demikian, beberapa wilayah di Kabupaten Kolaka Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur diperkirakan memiliki peluang lebih tinggi mengalami curah hujan kategori rendah.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa pola hari tanpa hujan di Sulawesi Tenggara tetap perlu dipantau karena dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer dan perubahan iklim regional,” katanya.
Secara umum, periode pertengahan Maret hingga pertengahan April 2026 diprakirakan didominasi curah hujan kategori rendah hingga menengah di sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak perubahan iklim di lingkungan sekitar.
Masyarakat juga diharapkan selalu memperbarui informasi cuaca dan iklim melalui sumber resmi BMKG agar dapat mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca secara lebih dini.
Redaksi







