• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Karir
Sunday, May 24, 2026
tirtamedia.id
  • Beranda
  • News
  • Stori
  • Jelajah
  • Wawancara
  • Kultur
Live
No Result
View All Result
tirtamedia.id
No Result
View All Result
tirtamedia.id
No Result
View All Result
Home News

Bahan Baku dan Gas Habis Pasca Banjir, SPPG Aceh Beralih ke Bahan Baku Lokal dan Briket Batu Bara

December 15, 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bahan Baku dan Gas Habis Pasca Banjir, SPPG Aceh Beralih ke Bahan Baku Lokal dan Briket Batu Bara. (Foto: Istimewa)

Bahan Baku dan Gas Habis Pasca Banjir, SPPG Aceh Beralih ke Bahan Baku Lokal dan Briket Batu Bara. (Foto: Istimewa)

141
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bireun, tirtamedia.id – Kelangkaan bahan baku dan gas pasca-banjir melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mendorong para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus berkreasi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal, Rabu pagi (3/12/2025)

“Kami sedang berupaya untuk mengganti menu dengan menu lokal karena bahan pangan untuk SPPG-SPPG ini mengalami kelangkaan,” kata Mustafa Kamal.

Baca Juga

Gagal Curi Kambing, 6 Pemuda di Buton Tengah Ditangkap Polisi

Guinness World Records Tetapkan Lukisan Purbakala di Gua Metanduno Muna Tertua di Dunia

Hari Kedua Pencarian, Wanita Paruh Baya yang Hilang di Sungai Bone Balano Mubar Belum Ditemukan

Mustafa Kamal mengatakan, sudah berkoordinasi untuk mengusulkan penggantian menu yang selama ini mereka olah, dengan umbi-umbian, kacang-kacangan, tahu tempe dan juga ikan yang dibudidayakan di kolam-kolam warga. Sebab, bahan baku makanan lokal ini masih banyak di wilayah-wilayah Aceh.

“Bahan makanan lokal ini tersedia di wilayah Aceh Barat, Bireun, dan Pidie,” ujarnya

Dia juga mengaku telah bertemu Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, membahas pasokan gas. Sebab, kelancaran pasokan gas, diperlukan waktu 1 sampai 2 bulan lagi. Rencananya, bahan bakar gas akan diganti dengan briket batu bara.

“Kemarin kami sudah bertemu ESDM Aceh yang menawarkan briket batu bara,” kata Kamal.

Persoalan lain adalah kelangkaan air bersih dan pasokan listrik. Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum bisa memastikan perbaikan instalasi air minum yang berantakan pasca-banjir.

Aliran listrik pun sampai saat ini masih belum stabil. Sebab banyak instalasi dan jaringan listrik yang terendam banjir.

Akibat bencana banjir, 19 SPPG di Kabupaten Bireun, terpaksa berhenti beroperasi.

“Penyebab utama karena di wilayah Kabupaten Bireun telah terjadi kelangkaan bahan baku, gas, air bersih dan listrik,” katanya.

Ha ini merupakan hasil temuan lapangan Tim Deputi Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) Badan Gizi Nasional, yang turun langsung ke Lokasi di bawah pimpinan Deputi Tauwas Letjen TNI (Purn.) Dadang Hendrayuda, pada Selasa, 2 Desember 2025.

Secara umum saat ini di Kabupaten Bireun, Nangroe Aceh Darussalam, terdapat 26 SPPG yang sudah beroperasi. Namun akibat bencana banjir, 2 SPPG terdampak langsung dan tidak bisa beroperasi sejak awal. Adapun Kecamatan di Bireun yang terdampak langsung oleh bencana banjir adalah Kecamatan Jangka dan Kecamatan Peusangan.

Selama masa pemulihan pasca bencana, terdapat 21 SPPG mengalihkan penerima manfaat program MBG kepada masyarakat, terutama untuk korban banjir di Kabupaten Bireun. Sebab penerima MBG siswa-siswi saat ini diliburkan.

Pada 26 November 2025, 21 SPPG memberikan bantuan sebanyak 62.826 paket. Kemudian pada 27 November 2025 disalurkan 30.261 paket. Pada 28 November 2025 didistribusikan 37.180 paket bantuan.

“Sementara pada 29 November 2025 dikirimkan 38.668 paket bantuan,” kata Mustafa Kamal dalam laporannya.

Selama bencana terjadi, pada tanggal 26 sampai 30 November 2025, SPPG-SPPG juga berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bireun, meminjamkan 5 kendaraan operasional. Tiga mobil distribusi juga dikerahkan pada tanggal 2 Desember 2025 untuk mendistribusikan bantuan kepada korban terdampak.

Namun, kelangkaan bahan baku, listrik yang tidak stabil, kelangkaan air bersih untuk produksi, serta kekurangan pasokan gas, menyebabkan SPPG-SPPG yang semula terus beroperasi membantu korban bencana terpaksa menghentikan kegiatan.

“Untuk sementara kami baru dapat melanjutkan operasional hingga hari ini, 3 Desember 2025,” kata Mustafa Kamal.

Redaksi

Tags: acehBadan Gizi NasionalbanjirBGNMakan Bergizi GratisMBGSPPG

Berita Terkait

Enam pelaku pencuri kambing di Buton Tengah diamankan di Polsek Mawasangka, Minggu (24/5/2026) (Foto: Istimewa).

Gagal Curi Kambing, 6 Pemuda di Buton Tengah Ditangkap Polisi

May 24, 2026
0

Buton Tengah, tirtamedia.id - Gagal curi kambing, enam pemuda di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditangkap polisi, Minggu (24/5/2026). Para...

Guinness World Records Tetapkan Lukisan Purbakala di Gua Metanduno Muna Tertua di Dunia. (Foto: Istimewa)

Guinness World Records Tetapkan Lukisan Purbakala di Gua Metanduno Muna Tertua di Dunia

May 24, 2026
0

Muna, tirtamedia.id – Lembaga rekor dunia, Guinness World Records resmi menetapkan lukisan purbakala di dinding Gua Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi...

Hari Kedua Pencarian, Wanita Paruh Baya yang Hilang di Sungai Bone Balano Mubar Belum Ditemukan, Minggu (24/5/2026). (Foto: Dok Basarnas Kendari)

Hari Kedua Pencarian, Wanita Paruh Baya yang Hilang di Sungai Bone Balano Mubar Belum Ditemukan

May 24, 2026
0

Muna Barat, tirtamedia.id – Pencarian Farida (45), wanita paruh baya yang hilang di Sungai Bone Balano, Kabupaten Muna Barat (Mubar)...

Banjir di Kawasan Tunggala Dalam Kendari Sisakan Lumpur di Badan Jalan, Minggu (24/5/2026).

Banjir di Kawasan Tunggala Dalam Kendari Sisakan Lumpur di Badan Jalan

May 24, 2026
0

Kendari, tirtamedia.id - Banjir kembali terjadi di kawasan Tunggala Dalam, Kelurahan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (24/5/2026). Banjir...

Load More

BERITA LAINNYA

Persiapan Minim, Pemerhati Olahraga Pesimis Atlet Sultra Capai Target Medali

Persiapan Minim, Pemerhati Olahraga Pesimis Atlet Sultra Capai Target Medali

October 1, 2021
Konferensi Jurnalisme Data dan Komputasi DCJ-CI Bakal Digelar Akhir Juli 2022

Konferensi Jurnalisme Data dan Komputasi DCJ-CI Bakal Digelar Akhir Juli 2022

July 6, 2022
Forum CSR Sultra Resmi Terbentuk, Pelaku Usaha Wajib Bertanggung Jawab untuk Kesejahteraan Sosial Masyarakat

Forum CSR Sultra Resmi Terbentuk, Pelaku Usaha Wajib Bertanggung Jawab untuk Kesejahteraan Sosial Masyarakat

November 18, 2022

TAGS POPULER

Afirudin Mathara Anggota DPR RI asr Basarnas Kendari Battery Berita Terkini BMKG Bupati Buton Utara buton Buton Utara Jaelani Kantor Pencarian dan Pertolongan kemenkumham Kendari kolaka kolaka timur koltim Konawe Konawe Selatan Konawe Utara konut Korupsi KPP Kendari lanal La Ode Darwin Mercedes Mini Cooper muna Muna Barat pemilu polda Polda sultra polisi polresta Polresta Kendari Rahman Ruksamin Sulawesi Tenggara Sultra tambang Tesla tni UHO Vaksinasi covid-19 Wakil Bupati Buton Utara

TirtaMedia.id

Berita Terkini Hari ini, Aktual dan Terpercaya

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • Jelajah
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kultur
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • pendidikan
  • Politik
  • Sengketa Pers
  • Stori
  • Uncategorized
  • Video
  • Wawancara

Recent Posts

  • Gagal Curi Kambing, 6 Pemuda di Buton Tengah Ditangkap Polisi
  • Guinness World Records Tetapkan Lukisan Purbakala di Gua Metanduno Muna Tertua di Dunia

Copyright © 2021 tirtamedia.id. All right reserved

No Result
View All Result
  • News
  • Stori
  • Wawancara
  • Kultur
  • Jelajah

Copyright © 2021 tirtamedia.id. All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist