KENDARI, tirtamedia.id – Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang dijadwalkan pada 27 November 2024, TNI dan Polri menggelar simulasi sistem pengamanan kota di Kendari. Jumat (15/11/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan aparat dalam menjaga situasi tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.
Komandan Korem 143/Haluoleo, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, menjelaskan bahwa simulasi ini dilakukan untuk memperkuat sinergi antara TNI dan Polri dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, termasuk penolakan hasil Pilkada atau permasalahan lainnya.
“Simulasi ini untuk memantapkan persiapan pengamanan, sekaligus mengantisipasi adanya gelombang massa yang tidak puas dengan hasil Pilkada,” ujar Agus.
Danrem 143/Haluoleo juga menambahkan bahwa hingga saat ini, kondisi wilayah di Sulawesi Tenggara menjelang hari pencoblosan masih terpantau aman dan terkendali.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodim 1417/Kendari, Kolonel Inf. Herry Indriyanto menegaskan bahwa seluruh personel sudah siap menjalankan tugas pengamanan Pilkada serentak. Ia menyatakan bahwa koordinasi antarinstansi telah berjalan baik untuk menjamin stabilitas wilayah.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, turut menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan bekerja sama erat dengan TNI untuk memastikan kelancaran Pilkada di wilayah hukum Polresta Kendari.
“Kami berkomitmen untuk mengawal jalannya Pilkada agar tetap damai dan kondusif,” tegasnya.
Simulasi pengamanan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi yang berlangsung di Sulawesi Tenggara.







