KENDARI, tirtamedia.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Randi-Yusuf kembali menggelar aksi unjuk rasa (unras) di Pertigaan Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, pada Jumat (24/9/2021).
Aksi konsolidasi yang dilakukan oleh mahasiswa UHO ini dilakukan dalam rangka menyambut H-2 kematian dua mahasiswa UHO yang gugur saat aksi demo di DPRD Sultra tahun 2019 lalu.
Massa aksi menggelar unras sejak sore pukul 16.00 Wita ini, tampak membakar ban di beberapa sudut area pertigaan kampus.
Akibat aksi yang terus berlangsung ini, kemacetan tak terhindarkan. Bahkan, lalu lintas dari area Pasar Baru, Kampus UHO dan Anduonohu sempat lumpuh total.
Salah seorang massa aksi Zein mengatakan, aksi ini akan terus dilakukan sampai aparat kepolisian memberikan kepastian hukum kepada rekan mereka Yusuf atas musibah yang menimpanya dalam penolakan RUU KUHP dua tahun silam itu.
“Aparat kepolisian terlalu lamban menyelesaikan kasus yang menimpa rekan kami,” kesalnya.
Sementara itu, Wakil Presma UHO Purmadana mengatakan, 26 September 2021 tersisa dua hari lagi tapi sampai saat ini polisi masih bungkam dan dinilai tutup mata atas tragedi September 2019 itu.
“Saya mengundang seluruh civitas aakademika untuk bersama-sama mengawal kasus Randi-Yusuf agar bisa diselesaikan pada September 2021 ini,” pungkasnya.
Sampai berita ini ditayangkan, massa terus melakukan aksi di area Jalan HEA Mokodompit, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







