KENDARI, tirtamedia.id – Pengurus Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Sulawesi Tenggara (Sultra) angkat bicara setelah disebut-sebut tidak mendanai atlet cabang olahraga (Cabor) Hapkido di Pra PON Yogyakarta.
Menurut Plt Sekum KONI Sultra Elvis Basri Uno, Pendanaan pemberangkatan cabang olahraga menuju pra kualifikasi PON tidak seluruhnya diberikan sesuai usulan para cabor. Hal itu dilakukan karena minimnya anggaran yang akan dibagi ke para cabor yang juga akan mengikuti pra kualifikasi PON.
Elvis menyampaikan, anggaran Koni tahun ini mencapai sekitar Rp5 miliar dan tidak semua dana tersebut diperuntukkan untuk pra kualifikasi PON cabang olahraga.
“Koni tahun ini ada RP5 miliar, tidak semua itu terserap untuk persiapan Pra PON, disitu ada biaya operasional pemeliharaan kantor gedung, biaya makan minum untuk rapat-rapat,” ujar Elvis
Elvis melanjutkan tidak mengetahui berapa persentase untuk anggaran yang digunakan pra PON, sebab hal itu menjadi kewenangan Ketua dan Bendahara Koni Sultra.
Diketahui sebelumnya saat mengikuti Pra kualifikasi Pekan Olahraga Nasional di Yogyakarta beberapa waktu lalu, pengurus cabang olahraga Hapkido Sulawesi Tenggara mengikutsertakan sebanyak 10 atlet.
Dari 10 atlet tersebut 5 diantaranya dipastikan lolos ke Pekan Olahraga Nasional Aceh dan Sumatera Utara 2024 mendatang setelah berhasil meraih medali perak dan perunggu di kelas tarung 51 maupun 84 kg putra dan kelas seni putri.
Penulis : Husni Mubarak.







