KENDARI, Tirtamedia.id – Puluhan massa menduduki kantor Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (22/11/2021).
Massa yang mengatasnamakan diri sebagai Kesatuan Masyarakat Muna Menggugat (Keramat) dan Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Sultra, mendesak Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Burhanuddin agar segera memperbaiki jalan yang ada di Desa Laiba dan Wakumoro, Kabupaten Muna.
Salah satu massa aksi, Agil mengatakan, jalanan tersebut sudah dianggarkan tapi tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan yang jelas dan instansi ini tak bisa memperjuangkannya.
“Kenapa masyarakat hanya di janji terus. Kadis SDA dan Bina Marga harus menemui kami. Kita buka-bukaan, jangan sampai ada kongkalikong dalam perbaikan jalan tersebut,” ujarnya.
Selain melakukan orasi, massa yang geram karena tak kunjung ditemui oleh Kadis melakukan pembakaran ban di depan kantor tersebut. Sempat terjadi dorong-dorongan, sebab beberapa pegawai berusaha menghalau namun massa terus mendesak agar segera ditemui.
Sementara itu, massa aksi lainnya dari Lembaga AP2 Sultra, Wulan menyebut, sudah seringkali dilakukan aksi tapi Kadis SDA dan Bina Marga Sultra tak pernah menemui mereka.
“Katanya keluar kota, RDP dan macam-macam alasannya. Pak Kadis terkesan lari dari tanggung jawab. Setiap kali ingin ditemui, banyak sekali alasan. Masa jalanan yang di Muna tidak bisa diperbaiki sementara di area Pantai Toronipa bisa dikerja cepat,” kesalnya.
Tak puas dengan orasi dan pembakaran ban, massa menggeruduk dan menerobos masuk di gedung tersebut. Mereka juga memeriksa setiap ruangan dan memastikan bahwa Kadis yang dimaksud benar-benar tak ada di kantornya.
Tak sampai di situ, massa meminta kepada seluruh pekerja di Dinas SDA dan Bina Marga Sultra agar meninggalkan ruangan sebab gedung tersebut akan disegel.
Suasana menjadi tenang saat Kapolsek Poasia, AKP Muh. Salam dan anggotanya berusaha melakukan mediasi dan komunikasi secara persuasif.
Selanjutnya, massa menuju kantor DPRD Sultra untuk mendesak agar memanggil Kadia SDA dan Bina Marga Sultra. Mereka juga berjanji akan kembali bertandang dalam jumlah yang lebih besar.
Penulis: Herlis Ode Mainuru







